Angka Kriminalitas Melibatkan WNA Turun 23 Persen, Kapolda – Jaga Bali

Polda Bali catat angka kriminalitas melibatkan WNA turun 23% di awal 2026

DENPASAR, KABARBALI.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Bali merilis data menggembirakan terkait situasi keamanan di Pulau Dewata. Sepanjang periode Januari hingga April 2026, kasus kriminalitas yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, sebagai respons atas isu keamanan dan travel warning yang sempat dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Korea Selatan baru-baru ini.

Keberhasilan Operasi Sikat Agung 2026

Penurunan angka kriminalitas ini tidak lepas dari keberhasilan Operasi Sikat Agung 2026 yang digelar pada awal tahun. Selama 16 hari operasi, petugas berhasil mengungkap 166 kasus kriminalitas dengan rincian:

77 kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

15 kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

89 pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Polisi juga mengamankan 181 tersangka dan menyita barang bukti berupa puluhan kendaraan bermotor, laptop, hingga uang tunai. “Hasil operasi ini menjadi faktor kunci yang berkontribusi langsung pada turunnya angka kriminalitas di awal tahun 2026,” ujar Irjen Pol. Daniel, Kamis (9/4).

Cakrawasi: Teknologi Pemantau WNA Secara Real-Time

Polda Bali kini memiliki senjata baru dalam menjaga keamanan wilayah, yakni Command Center Cakra Pengawasan Orang Asing (Cakrawasi) yang diluncurkan pada 13 Maret 2026. Sistem ini terintegrasi dengan laporan hotel dan penginapan untuk memantau aktivitas WNA secara real-time.

“Dengan Cakrawasi ini, kita bisa melihat pergerakan mereka. Sehingga ketika ada aktivitas yang ganjil atau mencurigakan, petugas bisa segera mendeteksi dan mengambil langkah preventif,” jelas Kapolda.

Sistem ini dianggap krusial mengingat lonjakan kunjungan wisman pada 2025 yang mencapai 7,05 juta orang, menuntut pengawasan yang lebih modern dan terintegrasi.

Patroli Ketat di Kawasan Favorit

Pasca-operasi, patroli keamanan kini diperketat di pusat-pusat wisata utama seperti Seminyak, Canggu, Ubud, Sanur, dan Nusa Dua. Selain kehadiran fisik petugas, wisatawan juga dimudahkan dengan layanan Hotline 110 yang beroperasi 24 jam dengan fitur multibahasa. (Irw – Kab).

kabar Lainnya