Atasi Keterbatasan Guru, Pemkab Klungkung Gandeng Teach First Indonesia Tingkatkan Mutu Pendidikan

Pemkab Klungkung gandeng Teach First Indonesia (TFI) untuk atasi keterbatasan guru

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Yayasan Teach First Indonesia (TFI) guna mengakselerasi kualitas pendidikan di Bumi Serombotan. Klungkung terpilih menjadi daerah kedua di Indonesia, sekaligus yang pertama di Bali, sebagai lokasi penempatan tenaga pengajar muda (Fellows) TFI yang akan mulai bertugas pada Juli 2026.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan tenaga pendidik serta kesenjangan literasi dan numerasi yang masih membayangi sistem pendidikan daerah.

Solusi Keterbatasan Tenaga Pendidik

Bupati Klungkung, I Made Satria, mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah guru masih menjadi hambatan utama dalam memeratakan kualitas pendidikan di wilayahnya. Kehadiran para tenaga pengajar dari TFI dinilai sebagai suntikan energi baru bagi ekosistem sekolah di Klungkung.

“Kami sangat antusias menyambut Fellows Teach First Indonesia pada Juli 2026. Kami percaya kolaborasi ini akan memberikan kontribusi nyata, sehingga setiap anak di Klungkung memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati Satria dalam keterangan resminya.

Fokus pada Literasi dan Numerasi

CEO Teach First Indonesia, Cara Riantoputra, menyoroti tantangan besar Indonesia dalam penguasaan kemampuan dasar. Meski Bali dikenal sebagai provinsi yang relatif maju, tantangan literasi dan numerasi tetap ditemukan di lapangan.

Melalui program ini, para pengajar muda tidak hanya bertugas mengisi kekosongan kelas, tetapi juga membawa metode pembelajaran yang lebih segar dan berkelanjutan selama masa penugasan dua tahun.

“Misi kami adalah membangun gerakan berkelanjutan agar setiap anak, tanpa memandang latar belakang, memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas. Kolaborasi dengan Klungkung adalah langkah penting untuk membangun jaringan pemimpin masa depan,” kata Cara.

Seleksi Ketat Berstandar Global

Antusiasme terhadap program ini tergolong tinggi. Tercatat lebih dari 900 pendaftar pada angkatan perdana, namun hanya talenta terbaik yang lolos melalui proses seleksi ketat. Para pengajar terpilih ini akan menjalani pelatihan pra-penugasan berstandar global mulai Mei 2026.(Sta/Kab).

kabar Lainnya