GIANYAR, KABARBALI.ID – Masalah genangan air yang kerap menghantui aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar, kini mulai menemukan titik terang. Sejumlah mahasiswa dan dosen dari Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melakukan aksi nyata melalui pembuatan lubang resapan biopori di lingkungan sekolah tersebut.
Langkah ini diambil menyusul hasil observasi yang menunjukkan beberapa titik di halaman sekolah dan akses masuk ruang kelas sering tergenang air setiap kali hujan turun. Kondisi ini tidak hanya mengganggu mobilitas siswa, tetapi juga berisiko menjadi sarang nyamuk.
Edukasi Pengelolaan Air dan Sampah
Dosen pembimbing Unmas Denpasar, Dr. I Nyoman Resa Adhika, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan yang dimulai sejak 7 Maret 2026 ini bertujuan untuk mempercepat masuknya air hujan ke dalam tanah. Tim membuat lubang vertikal berdiameter 10 cm dengan kedalaman 80 cm di titik-titik rawan genangan.
“Biopori berfungsi menampung dan mempercepat resapan air sehingga genangan berkurang. Selain itu, lubang ini diisi sampah organik seperti sisa sayur dan daun kering yang akan terurai menjadi kompos, sehingga tanah di sekitarnya menjadi lebih gembur,” ujar Dr. Resa Adhika, Minggu (29/3/2026).
Pemeliharaan lubang dilakukan secara berkala setiap dua hingga empat minggu. Kompos yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk memupuk tanaman di pekarangan sekolah, menciptakan siklus nutrisi tanah yang berkelanjutan.
Dukungan Pihak Sekolah
Kepala SDN 1 Batuan Kaler, Ni Ketut Ratnadi S.Pd., menyambut positif inovasi ini. Menurutnya, selama ini sampah organik di sekolah hanya dikumpulkan dan dibuang tanpa pengolahan. Dengan adanya biopori, sekolah mendapatkan dua manfaat sekaligus: pengurangan genangan air dan ketersediaan pupuk alami.
“Siswa sangat antusias terlibat langsung dalam pengeboran dan pengisian lubang. Ini menjadi sarana edukasi praktis bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kami merasakan manfaat langsung berupa berkurangnya genangan di beberapa titik halaman,” ungkap Ratnadi.
Harapan Keberlanjutan
Pihak sekolah berharap program ini tidak berhenti di sini. Ratnadi mengajak orang tua dan seluruh warga sekolah untuk mendukung jadwal pemeliharaan biopori agar tetap berfungsi optimal. Dengan pengelolaan yang teratur, diharapkan budaya peduli lingkungan dan penghijauan di SDN 1 Batuan Kaler dapat terus terjaga secara berkelanjutan.( Tut-Kab).