DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengawali tahun 2026 dengan aksi gemilang. Dalam upaya menjaga kesucian Pulau Dewata dari peredaran gelap narkotika, BNNP Bali berhasil membongkar dua jaringan besar lintas provinsi Sumatera-Bali yang melibatkan tiga tersangka.
Plh. Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Bali, Kombes Pol. Tri Kuncoro, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama ketat antar-instansi dan intelijen lintas daerah.
Dijelaskan, aksi pertama dilakukan pada Jumat (16/1/2026) di kawasan pertokoan di Kuta, Badung. Tim BNNP Bali yang berkolaborasi dengan Bea Cukai Kanwil Bali berhasil mengamankan seorang karyawan swasta berinisial FIR (28) asal Bogor.
Penangkapan bermula dari kecurigaan petugas terhadap sebuah paket kiriman dari Palembang. Saat diperiksa, paket tersebut ternyata berisi ganja seberat 502,46 gram brutto.
“Berdasarkan pengakuan tersangka, ganja tersebut dipesan melalui media sosial dan rencananya akan diedarkan kembali di wilayah Kuta,” jelas Kombes Pol. Tri Kuncoro, Selasa (27/1/2026).
Hanya berselang sehari, Sabtu (17/1/2026), BNNP Bali kembali melakukan aksi di dua titik berbeda, yakni Desa Sambangan (Buleleng) dan Desa Candi Kuning (Tabanan). Kali ini, kerja sama dilakukan dengan tim intelijen BNNP Riau.
Awalnya, petugas mengamankan SP (25) di Sambangan saat membawa bungkusan hitam berisi ganja dengan berat mencapai 920,3 gram netto. Dari nyanyian SP, terungkap bahwa ia diperintah oleh seseorang berinisial GON (33) untuk menyerahkan barang haram tersebut di kawasan Bedugul.
Petugas kemudian melakukan strategi controlled delivery (pengiriman di bawah pengawasan). Hasilnya, GON berhasil diringkus di sebuah hotel di Desa Candi Kuning tanpa perlawanan.
Kini, ketiga tersangka beserta total barang bukti hampir 1,5 kg ganja telah diamankan di Kantor BNNP Bali. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memburu bandar besar yang mengendalikan jaringan ini dari luar Bali.
“Para pelaku sedang menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk membongkar tuntas akar jaringannya,” pungkas Tri Kuncoro. (Naf-Kab).