KABARBALI.id – Bagi masyarakat Bali yang hendak menyusun rencana kegiatan, memperhatikan Ala-Ayuning Dewasa atau hari baik adalah hal yang esensial. Pada Minggu, 15 Maret 2026, terdapat sejumlah catatan penting, mulai dari larangan berbelanja hingga peringatan untuk tidak menggelar upacara besar seperti pernikahan.
Berdasarkan kalender Bali, hari ini dipengaruhi oleh Kala Mangap. Secara tradisional, dewasa ini dianggap tidak baik untuk melakukan transaksi besar atau berbelanja. Jika dipaksakan, dipercaya akan berakibat pada sifat boros atau pengeluaran yang tidak terkontrol.
Tak hanya soal finansial, hari ini juga masuk dalam hitungan Carik Walangati. Artinya, masyarakat sangat tidak disarankan untuk melangsungkan upacara Wiwaha (pernikahan), Atiwa-tiwa (Ngaben), maupun memulai pembangunan rumah.
Meski banyak pantangan untuk urusan besar, Minggu (15/3) justru menjadi hari yang sangat baik untuk kegiatan tertentu. Catur Laba yang jatuh pada hari ini memberikan energi positif bagi mereka yang berencana bepergian menuju arah utara.
Selain itu, bagi keluarga yang ingin melaksanakan upacara Manusa Yadnya (seperti potong gigi atau upacara bayi) serta Pitra Yadnya, hari ini dikategorikan sangat baik.
Bagi sektor pertanian dan peternakan, Kala Upa dan Kala Angin menjadi penanda bahwa hari ini adalah waktu yang tepat untuk mulai mengambil, memelihara, hingga melatih hewan ternak seperti sapi, kerbau, atau kuda.
Satu poin unik pada dewasa hari ini adalah Titibuwuk. Hitungan ini sangat baik digunakan untuk upaya menghilangkan penyakit yang disebabkan oleh pengaruh negatif atau guna-guna. Namun, perlu dicatat bahwa Titibuwuk juga membawa pantangan untuk bepergian atau memulai pekerjaan penting lainnya.
Sebagai pelengkap, hari ini memiliki Pararasan Laku Pandita Sakti dan Pancasuda Sumur Sinaba, yang secara filosofis melambangkan kearifan dan menjadi tempat orang mencari ilmu pengetahuan atau nasihat. (Kab).