DENPASAR, KABARBALI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi menabuh genderang seleksi untuk mengisi posisi strategis di PT Pusat Kebudayaan Bali (Perseroda). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini disiapkan khusus untuk mengelola proyek mercusuar Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di eks Galian C Gunaksa, Klungkung.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel), I Wayan Serinah, menegaskan bahwa proses penjaringan dilakukan secara terbuka guna mencari figur profesional yang mampu mengelola aset bernilai triliunan rupiah tersebut.
Pendaftaran Singkat, Transparansi Jadi Kunci
Masyarakat yang berminat hanya memiliki waktu singkat untuk mendaftar.
Pendaftaran telah dibuka dan akan berakhir pada 27 Februari 2026. Sejauh ini, pansel masih menunggu akumulasi berkas yang masuk sebelum tahap seleksi administrasi diumumkan pada 2 Maret mendatang.
”Sudah dibuka, dapat diakses di papan pengumuman Kantor Gubernur atau website resmi Pemprov Bali. Pendaftaran berakhir tanggal 27 Februari,” ujar Serinah yang juga Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali, Senin (23/2).
Syarat Ketat: Profesional dan Anti-Parpol
Berdasarkan dokumen Nomor 02/PANSEL/PKB/2026, panitia mencari satu Komisaris dan dua Direksi. Persyaratannya pun tidak main-main. Selain minimal berijazah S-1/D-4, pelamar harus bersih dari catatan kriminal dan pailit.
Khusus untuk posisi Direksi, pelamar wajib memiliki pengalaman manajerial minimal lima tahun di perusahaan berbadan hukum. Satu poin penting yang ditekankan adalah independensi.
”Calon tidak boleh menjadi pengurus partai politik, bukan calon kepala daerah, maupun legislatif,” tegasnya. Batas usia untuk Komisaris maksimal 60 tahun, sementara Direksi berada di rentang 35 hingga 55 tahun.
Kelola Dana Rp 900 Miliar
Tugas pejabat terpilih nantinya tergolong berat. PT Pusat Kebudayaan Bali (Perseroda) dibentuk untuk menjadi motor ekonomi berbasis budaya di lahan eks Galian C.
Hingga saat ini, Pemprov Bali diketahui telah menggelontorkan dana sebesar Rp 900 miliar hanya untuk penataan lahan tahap I dan percepatan kawasan inti.
Kawasan ini dirancang bukan sekadar ruang pertunjukan, melainkan pusat industri kreatif dan branding Bali di mata internasional. Tahapan seleksi nantinya akan meliputi psikotes, ujian tertulis, presentasi makalah strategi bisnis, hingga wawancara akhir langsung bersama Gubernur Bali.
Waspada Penipuan
Panitia menegaskan seluruh proses seleksi ini gratis atau tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta waspada terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
”Seluruh proses transparan. Hasil akhir akan ditetapkan dan diumumkan pada 13 Maret 2026 mendatang,” pungkas Serinah. (Kab).