BADUNG, KABARBALI.ID – Penyelenggaraan Badung Caka Fest 2026 terbukti tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para seniman ogoh-ogoh, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang signifikan. Selama empat hari pelaksanaan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, tercatat perputaran ekonomi masyarakat menembus angka fantastis sebesar Rp 1.494.883.240.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyatakan bahwa event ini memang dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif.
“Kami siapkan bukan hanya sebagai panggung kreativitas ogoh-ogoh terbaik, tetapi juga upaya membuka sumber-sumber ekonomi baru melalui event daerah. Kami ingin memastikan setiap kegiatan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Adi Arnawa dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Rincian Transaksi Harian Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Puspem Badung untuk melihat 21 ogoh-ogoh terbaik se-Kabupaten Badung tercermin dari lonjakan transaksi UMKM harian:
• Hari ke-1 (Loading): Rp 253.740.000
• Hari ke-2 (Pementasan): Rp 338.211.240
• Hari ke-3: Rp 441.537.000
• Hari ke-4 (Puncak): Rp 461.395.000
Total akumulasi transaksi selama empat hari mencapai Rp 1,49 Miliar. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa event budaya berskala besar mampu menjadi pemantik pertumbuhan UMKM lokal.
UMKM Terkurasi dan Gratis Menariknya, para pelaku UMKM yang terlibat merupakan binaan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung yang telah lolos kurasi bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Badung. Pemerintah Kabupaten Badung memberikan fasilitas tempat secara cuma-cuma alias gratis tanpa pungutan biaya apapun.
Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi kepada para seniman, komunitas, dan pelaku UMKM yang telah menyukseskan gelaran ini. Ia menegaskan, pola kolaborasi seperti ini akan terus didorong pada event-event mendatang.
“Terima kasih kepada seluruh pihak. Kolaborasi antara kreativitas budaya dan penguatan ekonomi akan terus kami dorong agar event di Badung mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah,” tutupnya. (Gus-Kab).