Badung Selatan Terancam Defisit Air 1.000 Liter Per Detik, Sudah Ada Krisis Air ?

Dirut Perumda Tirta Mangutama I Wayan Suyasa ungkap rencana penambahan reservoir dan jaringan pipa di Badung Selatan guna atasi krisis air bersih

BADUNG, KABARBALI.ID – Lonjakan pertumbuhan penduduk dan masifnya pembangunan pariwisata di kawasan Badung Selatan memicu alarm krisis air bersih. Perumda Tirta Mangutama Badung melaporkan adanya ketimpangan tajam antara ketersediaan air dengan kebutuhan rill masyarakat yang diprediksi akan terus meledak hingga tahun 2030.

Direktur Utama Perumda Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, menegaskan bahwa pembangunan reservoir (bak penampung) tambahan menjadi harga mati untuk menjamin kontinuitas layanan, terutama pada jam-jam puncak pemakaian.

Defisit Kapasitas yang Mengkhawatirkan

Saat ini, kapasitas air yang dimiliki PDAM Badung baru menyentuh angka 1.000 liter per detik. Padahal, kebutuhan rill di lapangan telah mendekati 2.000 liter per detik. Defisit sebesar 50 persen ini menjadi alasan kuat di balik seringnya gangguan aliran air di wilayah selatan.

“Air yang kami miliki sekarang 1.000 liter per detik, padahal kebutuhannya hampir 2.000 liter per detik. Kami harus buat reservoir baru di beberapa titik seperti Goa Gong dan Gunung Payung demi menjamin kualitas serta kuantitas layanan,” ujar I Wayan Suyasa, Senin (6/4/2026).

Hingga saat ini, perusahaan telah mengucurkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk membangun tiga reservoir di kawasan Puspem Badung, Labuan Sait, dan Kampial. Namun, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari cukup.

Incar Kerja Sama Swasta dan Pinjaman Daerah

Selain reservoir, kendala utama terletak pada minimnya jaringan pipa di wilayah strategis seperti Ungasan, Uluwatu, hingga Pecatu. Suyasa mengakui anggaran perusahaan terbatas, sehingga pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta dan mengusulkan pinjaman senilai Rp 53 miliar.

Dana tersebut direncanakan untuk pemasangan pipa di jalur baru Lingkar Selatan. Langkah ini dinilai mendesak agar biaya konstruksi tidak membengkak di masa depan.

“Kalau pipa ini tidak dibangun di awal, biayanya akan lebih tinggi karena kami harus bongkar aspal lagi setelah jalan rampung. Kami berharap ada bantuan dari Pemda atau pinjaman karena nilainya sangat tinggi,” jelasnya.

Prediksi Ledakan Penduduk 2030

Berdasarkan grand design 2026-2045, tim ahli memprediksi akan terjadi ledakan penduduk di Badung Selatan mencapai 181.373 jiwa pada tahun 2030. Kawasan wisata seperti perempatan Pantai Pandawa di Desa Kutuh juga masuk dalam target pengembangan dengan estimasi biaya mencapai Rp 49 miliar.

Sebagai informasi, hingga tahun 2025, jumlah pelanggan Perumda Tirta Mangutama tercatat sebanyak 83.481 sambungan. Saat ini, sumber air baku masih bergantung pada air permukaan dari Dam Estuari Kuta dan Belusung, serta dukungan dari 12 mata air dan 29 sumur bor di Badung Utara.

Dengan rencana pembangunan reservoir baru di Uluwatu, Goa Gong, Gunung Payung, Sawangan, dan Kampial, PDAM Badung berharap ketersediaan air bersih di jam-jam istirahat masyarakat dapat terlayani secara maksimal tanpa kendala mati air. (Gus-Kab).

kabar Lainnya