KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kian membara akibat konflik terbuka antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat, memicu kekhawatiran global.
Pemerintah Kabupaten Klungkung kini menaruh perhatian serius terhadap keselamatan 12 warga Bumi Serombotan yang tengah mengais rezeki di kawasan tersebut.
Dari data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Klungkung, tercatat 12 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Klungkung berada di zona terdampak secara tidak langsung, yakni 4 orang di Uni Emirat Arab (UEA) dan 8 orang di Kuwait.
“Mayoritas bekerja di sektor jasa sebagai terapis spa, dan ada juga yang bekerja sebagai barista di Kuwait. Meski kedua negara tidak berada di pusat konflik langsung, situasi kawasan yang tidak menentu tetap menjadi perhatian kami,” ujar Kepala Disnaker Klungkung, I Nyoman Sidang, Senin (2/3/2026).
Hingga detik ini, Kadis Sidang memastikan belum menerima laporan darurat terkait kondisi para pahlawan devisa tersebut. Pihaknya kini terus “pasang mata” dan menunggu perkembangan resmi dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta perwakilan diplomatik di negara masing-masing.
“Kami terus memantau informasi dari BP3MI dan KBRI. Sampai sekarang belum ada arahan ataupun informasi terkait rencana pemulangan. Namun, kami memastikan prosedur perlindungan tetap berjalan sesuai mekanisme darurat jika dibutuhkan,” tegasnya.
Menyikapi kekhawatiran keluarga di tanah air, Nyoman Sidang mengimbau agar para keluarga PMI di Klungkung tetap tenang dan tidak termakan informasi hoaks. Disnaker Klungkung menjamin kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi komunikasi dan pendampingan.
“Biasanya PMI aktif berkomunikasi dengan keluarga. Jika nanti ada kebijakan pemulangan dari pemerintah pusat, kami di daerah siap memberikan pendampingan penuh,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipatif, Disnaker Klungkung telah meneruskan imbauan kewaspadaan dari KBRI Kuwait dan Abu Dhabi melalui kanal resmi seperti website Sisnaker Klungkung serta grup Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
WNI di kawasan Timur Tengah diminta untuk:
“Langkah ini kami ambil untuk menjaga ketenangan keluarga PMI di daerah sekaligus memastikan semua pihak waspada terhadap eskalasi yang mungkin terjadi,” pungkas Sidang.
| Lokasi Penempatan | Jumlah PMI | Sektor Pekerjaan Utama |
| Kuwait | 8 Orang | Barista, Terapis Spa |
| Uni Emirat Arab | 4 Orang | Terapis Spa |
| Status Terkini | Aman | Belum ada instruksi evakuasi |
(Sta-Kab).