KABARBALI.ID – Kelahiran Jumat (Sukra) Umanis Wuku Menail pada 13 Februari 2026 membawa kombinasi energi yang sangat kontras. Di bawah pengaruh Lintang Angsa Angrem, mereka lahir sebagai pejuang kebenaran yang tidak kenal takut, namun dibayangi oleh tantangan sosial yang cukup berat.
Pakar darsana Bali menyebut kelahiran ini sebagai sosok yang “berbisa di kata, emas di karya.” Mereka memiliki kemampuan bekerja yang luar biasa, namun bicaranya yang keras seringkali memicu percikan konflik.
Dominasi Lintang Angsa Angrem menjadikan individu ini magnet cinta bagi orang di sekitarnya. Mereka bersifat terbuka, tidak suka menutup-nutupi masalah, dan memiliki intuisi atau ramalan yang seringkali tepat.
“Wataknya ksatria. Mereka akan berdiri paling depan untuk membela kebenaran. Meskipun bicaranya agak keras, hatinya sangat ringan tangan dalam menolong orang lain,” tulis ulasan watak tersebut.
Dalam urusan mencari nafkah, Sukra Umanis memiliki garis tangan yang sangat spesifik:
Sektor Utama: Pekerjaan yang paling cocok adalah bercocok tanam (pertanian). Di luar sektor ini, hasilnya diprediksi akan kurang maksimal.
Bakat Terpendam: Berkat pengaruh Sadwara Paniron, mereka juga sangat berbakat menjadi tukang pancing.
Kecakapan: Pengaruh Pratiti Nama Rupa memastikan mereka adalah pekerja yang pandai, cakap, dan berpotensi menjadi orang kaya (mampu) dengan usia yang panjang (Dirgayusa).
Meskipun berbudi luhur, ada sisi “abu-abu” yang harus diwaspadai:
Satria Wirang: Sifat ini membuat mereka mudah marah dan sering merasa malu. Seringkali, meskipun mereka sudah berbuat baik, hasil akhirnya justru dianggap buruk oleh orang lain karena kurangnya pengendalian diri.
Aras Tuding: Memiliki keberanian luar biasa (gagah berani) hingga suka bepergian di malam hari, namun ada kecenderungan memiliki keinginan yang sulit dikendalikan.
Panglong 12: Hati-hati dalam pergaulan. Kelahiran hari ini diingatkan untuk waspada terhadap pengaruh teman yang memiliki niat jahat.
Dari sisi pedewasaan (pemilihan hari), hari ini dianggap kurang baik. Pengaruh Pratiti Nama Rupa menunjukkan risiko sulit menemui kebahagiaan karena orang-orang di sekitar cenderung mencemooh, memfitnah, atau memberi rasa malu.
“Penting bagi mereka yang lahir hari ini untuk selalu menjaga tata krama agar tidak menjadi sasaran empuk fitnah lingkungan,” tambah praktisi kepuranaan. (Kab).