Berniat Cuci Truk di Sungai, Sopir Asal Banyuwangi Pasrah Kendaraannya Terseret Arus Kali Unda

Truk terseret arus sungai unda saat dimandikan, foto.dok pribadi.

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Nasib nahas menimpa Pahrul Roji, seorang sopir truk asal Banyuwangi. Berniat membersihkan kendaraannya di tepian Sungai Kali Unda, Desa Tangkas, Klungkung, truk miliknya justru terseret arus deras sungai yang meningkat secara tiba-tiba, Minggu (15/3/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Beruntung, sang sopir berhasil menyelamatkan diri sebelum debit air semakin tinggi, meski ia harus menyaksikan truknya terbawa arus sejauh lima meter dari posisi semula.

Bermula dari Ban Selip

Kapolsek Klungkung, Kompol I Wayan Sujana, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat Pahrul Roji menepikan truknya untuk dicuci setelah menyelesaikan pekerjaan mengangkut batu boulder di wilayah Candidasa menuju Tanah Ampo, Karangasem.

“Setelah selesai mencuci, sopir hendak melanjutkan perjalanan. Namun, ban truk mengalami slip sehingga kendaraan tidak dapat bergerak,” ujarnya.

Nahas, saat sopir sedang berusaha mencari tali untuk mengevakuasi ban yang slip, hujan deras turun di wilayah hulu. Hal ini menyebabkan debit air Kali Unda meningkat drastis dalam waktu singkat.

Arus Deras Datang Tiba-tiba

Hanya dalam waktu kurang lebih dua jam, arus sungai yang semula tenang berubah menjadi deras. Pahrul yang melihat air mulai menenggelamkan ban truknya memilih untuk segera meninggalkan kendaraan demi keselamatan nyawa.

“Melihat kondisi air yang semakin tinggi, sopir segera menyelamatkan diri untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Kapolsek.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa evakuasi truk tersebut tidak bisa dilakukan secara manual karena kondisi medan yang berada di tengah aliran sungai dan debit air yang masih tinggi. Rencananya, alat berat berupa excavator akan dikerahkan untuk menarik badan truk dari sungai.

Meski mengalami kerugian besar, sopir truk menyatakan telah mengikhlaskan peristiwa tersebut dan menganggapnya sebagai musibah akibat kelalaian pribadi. (Sta-Kab).

kabar Lainnya