GIANYAR, KABARBALI.ID – Polres Gianyar terus menggenjot peningkatan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggotanya. Dua program internal digulirkan, yakni Program Bersinar dan pelatihan bahasa asing, yang menyasar kebugaran fisik sekaligus kemampuan komunikasi personel kepolisian.
Kapolres Gianyar AKBP Candra C. Kesuma menjelaskan, Program Bersinar merupakan singkatan dari Berat Seimbang Inovatif Aktif dan Bugar. Program ini dikhususkan bagi anggota yang mengalami kelebihan berat badan agar memiliki postur tubuh yang lebih ideal dan proporsional.
“Program Bersinar ini untuk internal Polres Gianyar, khususnya bagi anggota yang overweight. Tujuannya membentuk postur ideal agar terlihat bagus dan tidak berperut buncit, sekaligus menurunkan berat badan,” ujar AKBP Candra, saat rilis akhir tahun 2025, Jumat 31 Desember 2025 lalu.
Hingga saat ini, sekitar 50 personel telah mengikuti Program Bersinar. Keikutsertaan dalam program ini bersifat sukarela dan terbuka bagi seluruh anggota yang ingin memperbaiki kondisi fisik.
“Kami berikan kesempatan bagi yang ingin ikut,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembinaan dari instruktur dan mengikuti berbagai kegiatan fisik, mulai dari senam hingga latihan kebugaran rutin. Kapolres menegaskan, kondisi fisik yang ideal sangat berpengaruh terhadap kinerja anggota di lapangan.
“Kalau postur tidak ideal, itu bisa berimplikasi ke performa. Bagaimana polisi gemuk, kalah cepat dengan maling,” tegasnya.
Selain pembinaan fisik, Polres Gianyar juga menyelenggarakan pelatihan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, yang diikuti sekitar 200 personel. Pelatihan ini dilaksanakan dua kali dalam sepekan dan dilengkapi dengan sertifikasi bagi peserta.
“Kami ingin anggota fasih berbahasa Inggris karena ini sangat diperlukan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada warga negara asing,” ujar AKBP Candra.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing menjadi kebutuhan penting, mengingat Kabupaten Gianyar merupakan salah satu daerah tujuan wisata dengan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara yang tinggi.
“Jangan sampai ada polisi ketika WNA datang justru kebingungan karena tidak mengerti bahasanya. Polisi harus bisa berkomunikasi dan memberikan solusi,” pungkasnya. (Tut-Kab).