Bocah 11 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Tak Jauh dari Lokasi Tenggelam di Gianyar

Korban tenggelsm di Ketewel ditemukan meninggal dunia.

GIANYAR, KABARBALI.ID – Doa dan harapan keluarga yang sejak sore menanti di tepi Pantai Gumicik akhirnya berujung duka mendalam. I Gusti Ngurah Juna Dwi Prayoga (11), bocah kelas V SDN 8 Batubulan yang terseret arus saat mandi di loloan (muara sungai) Pantai Gumicik, Desa Ketewel, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (8/2/2026) sore.

Jasad bocah yang akrab disapa Wah Juna itu ditemukan pukul 17.22 Wita oleh tim gabungan, sesaat setelah hujan sempat mengguyur lokasi kejadian. Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak pukul 15.00 Wita oleh BPBD Gianyar, Polres Gianyar, dan instansi terkait.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, IGN Dibya Presasta, mengonfirmasi kabar duka tersebut.

“Korban sudah ditemukan pukul 17.22 Wita. Kondisi korban meninggal dunia,” jelasnya singkat.

Pamit ‘Melali’ yang Berujung Pilu

Kepergian Wah Juna menyisakan luka mendalam bagi sang ayah, I Gusti Gede Putu Kompyang. Ia tak menyangka pamit sang putra untuk sekadar melali (main) menjadi pertemuan terakhir mereka.

“Tadi dia cuma bilang mau melali. Saya kira main di sekitar carik (sawah), tidak bilang ke pantai,” ujar sang ayah dengan mata berkaca-kaca saat menunggu proses evakuasi.

Biasanya, Wah Juna selalu menemani ibunya menjaga toko di sore hari. Namun hari itu, ia memilih pergi bersama tiga temannya untuk bermain di muara sungai Pantai Gumicik, aktivitas yang memang rutin mereka lakukan setiap Minggu sore.

Detik-Detik Kejadian: Terpental Ombak ke Arus Dalam

Saksi kunci sekaligus rekan korban, Angga (12), menceritakan detik-detik mencekam sebelum Wah Juna hilang. Angga mengaku sempat memperingatkan korban agar tidak berenang terlalu ke tengah karena Wah Juna diketahui tidak mahir berenang.

“Saya sudah bilang jangan ke dalam. Saya tanya ‘Jun aman nggak?’, dia bilang aman lalu loncat,” tutur Angga dengan suara bergetar.

Malang tak dapat ditolak, sekitar pukul 14.30 Wita, sebuah ombak besar dari arah laut datang menghantam dan mendorong tubuh korban masuk ke bagian loloan yang lebih dalam. Dalam sekejap, tubuh mungil Wah Juna hilang ditelan arus sungai yang saat itu sangat kuat.

Setelah ditemukan tak jauh dari lokasi awal, jenazah Wah Juna kemudian dibawa menuju Pantai Manyar untuk dievakuasi oleh tim PMI Kabupaten Gianyar guna penanganan lebih lanjut. (Tut-Kab).

kabar Lainnya