BADUNG, KABARBALI.ID – Di balik instruksi pemasangan pagar pengaman (railing) tanpa celah di Jembatan Tukad Bangkung, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa membawa misi kemanusiaan yang mendalam. Kebijakan ini bukan sekadar urusan proyek fisik, melainkan langkah konkret untuk melindungi nyawa manusia dan memulihkan martabat pariwisata di Bali Utara.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa tujuan utama dari penataan ini adalah menghadirkan rasa aman yang absolut bagi krama Badung maupun wisatawan yang melintas.
“Tujuan kita sangat jelas: Nyawa manusia di atas segalanya. Kita ingin menghentikan rentetan tragedi di sini. Jembatan ini harus menjadi tempat orang mengagumi keindahan alam, bukan tempat untuk mengakhiri hidup,” tegas Adi Arnawa, beberapa lalu.
Adi Arnawa memaparkan bahwa manfaat dari pemasangan pagar total ini akan dirasakan secara jangka panjang. Pertama, sebagai instrumen mitigasi vital yang menutup ruang bagi niat buruk atau aksi nekat di atas jembatan. Kedua, untuk memulihkan citra psikologis kawasan Pelaga.
“Kita ingin mengembalikan jati diri Tukad Bangkung sebagai destinasi unggulan. Wisatawan harus merasa nyaman dan aman. Kita tidak ingin ikon kebanggaan kita ini terus dikaitkan dengan narasi negatif. Manfaatnya adalah lahirnya pariwisata yang sehat dan berkelanjutan,” jelas Bupati asal Desa Pecatu ini.
Tak hanya di Tukad Bangkung, Bupati yang dikenal progresif ini ingin menjadikan sistem pengamanan ini sebagai standar baru untuk seluruh jembatan di Kabupaten Badung. Ia ingin setiap infrastruktur di Badung memiliki “fitur keselamatan” yang mumpuni.
“Kami akan lakukan secara bertahap di seluruh jembatan di Badung. Tujuannya agar ada rasa tenang di tengah masyarakat. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal,” tambahnya.
Mengenai dukungan pembiayaan, Adi Arnawa menjamin APBD Badung akan selalu diprioritaskan untuk program yang menyentuh langsung aspek keselamatan publik. Ia berharap dengan sinergi antara teknologi CCTV dan pagar fisik tanpa celah, Tukad Bangkung akan bertransformasi dari jembatan yang penuh kekhawatiran menjadi jembatan penuh harapan. (Kri-Kab).