Bukannya Kerja Gali PAD, 4 Pegawai Ini Malah Asyik Tenggak Miras di Areal Pasar

Mabuk Saat Tugas! Oknum Petugas Keamanan dan Parkir Pasar Galiran Kena ‘Semprot’ Kadisnya.

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kedisiplinan aparatur pemerintah di Kabupaten Klungkung tercoreng.

Sebanyak empat orang pegawai dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di UPTD Pengelolaan Pasar Klungkung kedapatan mengonsumsi minuman keras (miras) di areal Pasar Umum Galiran justru di saat jam dinas berlangsung.

Aksi tidak terpuji ini terungkap setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan aktivitas keempat oknum tersebut dengan jelas.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, I Komang Dharma Suyasa, langsung mengambil tindakan tegas.

Pembinaan Keras: Sekali Lagi, Pecat!

Dharma Suyasa membenarkan bahwa keempat pegawainya yang bertugas sebagai petugas parkir dan keamanan pasar tersebut telah menjalani pembinaan keras pada Rabu (4/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai efek jera sekaligus peringatan bagi pegawai lainnya.

“Kegiatan mereka mengonsumsi miras terekam CCTV. Kalau sekali lagi seperti itu, kami akan berhentikan dengan tidak hormat,” tegas Dharma Suyasa yang akrab dipanggil Mang Ame ini.

Coreng Wibawa Pemkab dan Ganggu PAD

Menurutnya, perilaku oknum tersebut memberikan kesan buruk terhadap citra Pemerintah Kabupaten Klungkung. Terlebih, UPTD Pasar merupakan ujung tombak dalam penggalian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketidakdisiplinan pegawai dinilai berdampak langsung pada tidak maksimalnya kinerja dalam mengawal target pendapatan daerah.

“Mereka bekerja di ujung tombak penggali PAD. Kalau tidak disiplin, PAD tidak maksimal. Sebagai pegawai, sudah seharusnya menjaga kewibawaan Pemkab Klungkung,” tambahnya.

Saat ini, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung tengah gencar melakukan pembenahan internal, khususnya di lingkungan UPTD Pengelolaan Pasar.

Langkah bersih-bersih ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran pendapatan dan memastikan seluruh potensi PAD dapat terserap maksimal tanpa gangguan perilaku indisipliner pegawai.

“Kami saat ini tengah berbenah untuk menjaga pendapatan daerah,” tandasnya. (Sta-Kab).

kabar Lainnya