Bulan Bahasa Bali 2026, Kreativitas Gen Z Nyurat Aksara Bali Lewat Teknologi, Hingga Desa Absen

Gubernur koster menyerahkan penghargaan.

DENPASAR, KABARBALI.ID – Gubernur Bali Wayan Koster resmi menutup gelaran Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Sabtu (28/2/2026).

Meski memberikan pujian setinggi langit pada kecanggihan teknologi aksara Bali, Koster tak segan “menyentil” sejumlah desa adat yang absen melaksanakan kegiatan tahunan ini.

Berdasarkan laporan, dari 1.500 desa adat di Bali, terdapat 12 desa yang tercatat tidak menyelenggarakan BBB tahun ini. Selain itu, ada 45 desa/kelurahan serta 3 SMA/SMK yang juga absen.

“Nanti akan saya undang, ajak ngobrol, maunya apa. Saya salut dengan SLB, 16 sekolah semuanya menyelenggarakan. Mestinya begitu, tahun depan kita harus guyub,” tegas Koster.

Keyboard Aksara Bali: “Ini Keren dan Top Sekali!”

Salah satu momen yang mencuri perhatian Gubernur adalah saat melihat siswa SMA mengoperasikan keyboard aksara Bali. Ia pun menginstruksikan agar teknologi ini segera didistribusikan secara masif ke seluruh sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK di seluruh Bali.

“Hanya Bali yang punya keyboard aksara daerah. Ini keren dan top sekali, supaya paten! Saya ingin ini dibagikan ke semua lembaga pendidikan,” cetusnya bangga.

Bocoran BBB 2027: Masukkan Materi ‘Memadik’

Menatap tahun depan, Koster meminta Dinas Kebudayaan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merumuskan materi kegiatan guna menggaet minat anak muda sebagai pewaris budaya. Ia bahkan mengusulkan materi unik untuk tahun 2027.

“Ikuti perkembangan zaman dan selera anak muda. Saya usulkan masukkan materi memadik (prosesi lamaran versi Bali) pada pelaksanaan BBB IX tahun depan,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Koster juga meluncurkan tema BBB IX Tahun 2027: “Wana Kerthi Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh”. (Rls-Kab).

kabar Lainnya