BADUNG, KABARBALI.ID – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, secara resmi membuka gelaran megah Badung Caka Fest 2026 di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (6/3/2026) malam. Tak sekadar membuka acara, Adi Arnawa langsung menebar kejutan yang membuat ribuan pasang mata terbelalak: bonus hibah bernilai fantastis bagi para pemenang.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi kreativitas dan dedikasi anak muda (Sekaa Teruna) di Kabupaten Badung dalam melestarikan seni budaya.
Total Miliaran Rupiah untuk Kreativitas
Dalam sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan, Adi Arnawa merinci besaran tambahan bonus hibah yang akan dikucurkan pemerintah daerah. Angka yang disebutkan tergolong spektakuler untuk skala lomba tingkat kabupaten.
“Selaku bupati saya akan berikan tambahan untuk pemenang pertama akan diberikan hibah Rp 500 juta,” ujar Adi Arnawa tegas.
Tak hanya juara utama, juara kedua dijanjikan hibah Rp 450 juta, juara ketiga Rp 400 juta, dan juara harapan satu sebesar Rp 350 juta. Yang paling mengesankan, seluruh peserta yang tidak masuk dalam peringkat empat besar tetap akan mendapatkan apresiasi berupa bantuan masing-masing sebesar Rp 200 juta.
Terharu Dedikasi Sekaa Teruna di Tengah Cuaca Ekstrem
Keputusan memberikan bonus spektakuler ini rupanya bukan tanpa alasan. Adi Arnawa mengaku sangat tersentuh melihat perjuangan fisik dan mental para anggota Sekaa Teruna yang menjaga karya seni mereka di tengah cuaca ekstrem belakangan ini.
“Saya lihat di media sosial sampai ada yang memeluk ogoh-ogohnya demi menyelamatkan karya mereka dari hujan dan angin. Ini luar biasa. Di balik nilai budaya, ada semangat kebersamaan dan gotong royong yang dijaga benar oleh Sekaa Teruna,” tuturnya penuh haru.
Ia berharap suntikan dana hibah ini dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk terus membangun Badung yang sejahtera tanpa meninggalkan akar budaya.
Target Lomba Profesional Berkelas Dunia
Politikus PDIP ini juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Badung Caka Fest di tahun-tahun mendatang. Ia menargetkan lomba ini terlihat semakin profesional dengan sentuhan teknologi modern.
“Saya sudah perintahkan panitia agar memasang layar LED besar di kiri dan kanan panggung pada gelaran berikutnya. Kita ingin wajah peserta dan detail karya seni ogoh-ogoh terlihat jelas dari kejauhan. Kita bikin ini benar-benar profesional,” pungkas Adi Arnawa.
Acara yang ditandai dengan pemukulan kukul bersama jajaran Forkopimda tersebut berlangsung tertib dan meriah, sekaligus membuktikan bahwa Badung tetap menjadi kiblat kreativitas seni ogoh-ogoh di Bali. (Gus-Kab).