KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian budaya Bali. Bupati Klungkung, I Made Satria, secara simbolis menyerahkan dana apresiasi pembuatan Ogoh-ogoh kepada ratusan Sekaa Teruna (STT) di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (5/3/2026).
Pemberian dana ini menyasar STT di tiga kecamatan wilayah Klungkung daratan, menyusul langkah serupa yang sebelumnya telah dilakukan di Kecamatan Nusa Penida. Dalam acara tersebut, Bupati Satria didampingi oleh Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra.
Simbol Identitas Budaya
Bupati Satria menegaskan bahwa dana ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk perhatian pemerintah agar generasi muda terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Ogoh-ogoh adalah simbol sekaligus identitas budaya Bali yang tidak boleh hilang. Peran STT sangat penting sebagai tulang punggung menjaga kelestarian ini,” ujar Bupati Satria di hadapan ratusan perwakilan pemuda.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi ini memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata Bali. Namun, ia mengingatkan agar euforia kreativitas tetap dibarengi dengan tanggung jawab menjaga ketertiban umum.
“Siapkan masa depan dengan baik, tuntut ilmu, dan kuasai teknologi,” pesan Bupati Satria kepada para Yowana.
Rincian Penerima dan Anggaran
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Wayan Suteja, memaparkan total anggaran yang dicairkan mencapai Rp 1.015.000.000. Anggaran tersebut dibagi rata kepada 203 STT yang telah mengajukan usulan, di mana masing-masing mendapatkan Rp 5 juta.
Berikut adalah rincian sebarannya:
• Kecamatan Nusa Penida: 74 Sekaa Teruna
• Kecamatan Klungkung: 37 Sekaa Teruna
• Kecamatan Dawan: 44 Sekaa Teruna
• Kecamatan Banjarangkan: 48 Sekaa Teruna
Bonus: Dana Perayaan HUT STT
Kabar baik bagi para pemuda tidak berhenti di sana. Pemkab Klungkung memastikan program ini akan berkelanjutan setiap tahun. Bahkan, mulai tahun ini, pemerintah juga menyiapkan anggaran tambahan bagi STT yang menyelenggarakan perayaan hari ulang tahun (HUT).
“Besaran dana yang diterima untuk HUT sama seperti dana apresiasi pembuatan ogoh-ogoh, yakni Rp 5 juta per STT,” pungkas Suteja.
Langkah ini diharapkan menjadi stimulan bagi para pemuda di Klungkung untuk tetap aktif berorganisasi dan menjaga adat istiadat di tengah gempuran teknologi modern. (Sta-Kab).