KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Bali yang hendak menyusun rencana kegiatan, memperhatikan Ala Ayuning Dewasa adalah hal yang krusial. Berdasarkan penanggalan Bali untuk Senin, 2 Februari 2026, muncul kombinasi energi yang sangat spesifik: sangat kuat untuk penyucian diri, namun memiliki pantangan keras untuk prosesi besar.
Momentum Emas untuk Meditasi
Hari ini didominasi oleh energi Amerta Danta. Secara filosofis, ini adalah waktu yang sangat baik untuk melakukan tapa, brata, yoga, dan semadi. Bagi Anda yang ingin melakukan penyucian diri atau melukat, hari ini memberikan dukungan energi positif yang luar biasa.
“Amerta Danta itu kunci untuk segala pekerjaan yang sifatnya penyucian dan pengendalian diri. Sangat baik untuk mereka yang ingin fokus pada spiritualitas,” tulis pakar praktisi dewasa yang kerap menjadi rujukan masyarakat.
Pantangan Yadnya: Waspada Kaleburau! Meski terdapat unsur Amerta Buwana dan Amerta Dadi yang biasanya baik untuk pemujaan leluhur, masyarakat perlu berhati-hati. Kehadiran Kaleburau menjadi “lampu merah” bagi pelaksanaan karya ayu atau yadnya besar.
Dalam keterangannya, unsur Kaleburau menegaskan larangan untuk melaksanakan upacara Atiwa-tiwa atau Ngaben. Hal ini juga dipertegas oleh kehadiran Pamacekan, yang meskipun baik untuk urusan pertanian, justru dilarang untuk pelaksanaan yadnya.
Urusan Pekerjaan dan Alam Bagi Anda yang bergerak di bidang pembangunan dan agraria, berikut poin pentingnya:
• Kala Wisesa: Sangat baik untuk menebang kayu bahan bangunan atau melantik petugas/pejabat baru.
• Banyu Urug: Silakan buat bendungan, namun jangan membuat sumur hari ini.
• Taliwangke: Hindari memulai menenun atau membuat tali ternak.
Namun, patut dicatat bagi para petani. Munculnya Bojog Munggah memberikan peringatan keras untuk tidak menanam padi atau jagung agar terhindar dari kegagalan panen.
Sisi Psikologis: Satria Wirang
Dari sisi Pararasan dan Pancasuda, hari ini jatuh pada Satria Wirang. Secara karakter, ini menandakan adanya potensi perasaan “sebet” (sedih) atau kondisi yang menguras emosi. Masyarakat disarankan untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan besar secara emosional. (Kab).