Dari Politisi hingga Sulinggih: Intip Perjalanan Suci Ida Bhagawan Blebar dalam Apel Persada Gianyar

Bupati Gianyar memimpin upacara pelepasan jasa dan pembacaan Apel Persada dalam rangkaian perabuan Ida Bhagawan Blebar. Penghormatan atas dedikasi beliau di dunia politik dan spiritual.

GIANYAR, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar upacara pelepasan jasa sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas berpulangnya Ida Bhagawan Blebar.

Prosesi sakral yang menjadi rangkaian upacara perabuan ini berlangsung khidmat di kediaman almarhum, dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar, Sabtu (7/3/2026).

Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara (Dan Up) yang dijabat oleh Sekda Gianyar, sebelum kemudian inspeksi pasukan dipimpin langsung oleh Bupati Gianyar selaku Inspektur Upacara (Irup).

Jejak Pengabdian: Dari Politik ke Jalan Spiritual

Dalam prosesi tersebut, dibacakan riwayat hidup dan profil perjalanan panjang Ida Bhagawan Blebar. Sosok beliau dikenal memiliki kiprah yang luar biasa, mulai dari karier profesional, keterlibatan aktif di dunia politik yang mewarnai dinamika pembangunan di Gianyar, hingga keputusan besar untuk menempuh jalan spiritual (Wana Prasta).

Transformasi beliau dari seorang tokoh publik menjadi seorang sulinggih (Ida Bhagawan) menjadi inspirasi bagi banyak pihak tentang arti pengabdian yang tuntas, baik secara sosial maupun spiritual.

Pembacaan Apel Persada yang Khidmat

Puncak penghormatan ditandai saat Bupati Gianyar membacakan naskah Apel Persada. Dengan nada penuh wibawa dan khidmat, Bupati menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi almarhum semasa hidupnya kepada nusa, bangsa, dan khususnya krama Gianyar.

“Upacara ini adalah bentuk penghormatan mendalam atas jasa-jasa beliau. Beliau adalah sosok yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk masyarakat, baik saat masih aktif di pemerintahan maupun setelah menempuh jalur kesucian,” ungkap Bupati Gianyar dalam suasana haru.

Simbol Pelepasan Jasa

Sebagai simbol pelepasan jasa, dilakukan penyalaan api perabuan yang menandai prosesi sakral menuju alam keabadian. Suasana semakin menyentuh saat dilakukan peletakan karangan bunga oleh Bupati dan jajaran Forkopimda sebagai tanda penghormatan terakhir.

Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa bersama, memohonkan kedamaian dan kelancaran bagi perjalanan suci Ida Bhagawan Blebar menuju ke haribaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Amor ing Acintya). (Tut-Kab).

kabar Lainnya