DENPASAR, KABARBALI.ID – Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan langkah agresif untuk menuntaskan persoalan sampah di wilayahnya. Tidak hanya melibatkan aparatur desa dan masyarakat, kini Pemkot Denpasar resmi menggandeng jajaran TNI-Polri untuk mengawal pengolahan sampah berbasis sumber hingga ke tingkat rumah tangga.
Sinergi besar ini terungkap dalam Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber yang digelar di Ruang Taksu, Dharma Negara Alaya, Kamis (12/3/2026). Rapat dihadiri langsung oleh Danrem 163/Wirasatya, Walikota Denpasar, Dandim 1611/Badung, serta Kapolresta Denpasar.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan bahwa pola distribusi sampah ke TPA Suwung akan segera diubah. Ke depan, TPA tersebut hanya akan menerima sampah residu yang benar-benar tidak bisa diolah kembali.
“Kunci pengolahan sampah adalah pemilahan. Maka, kami mempercepat sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah berbasis sumber. Kami berterima kasih atas dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang kini ikut turun langsung sebagai angin segar bagi optimalisasi ini,” ujar Jaya Negara.
TNI-Polri Sebagai Pengawas dan Teladan
Menanggapi hal tersebut, Danrem 163/Wirasatya Bali, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, menginstruksikan seluruh Babinsa di wilayah Denpasar untuk menjadi contoh nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, masalah sampah adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan pengawasan ketat di lapangan.
“Babinsa wajib ikut ambil bagian, selain korve rutin, mereka harus turun langsung mengawasi proses pemilahan hingga pengolahan sampah di masyarakat,” tegas Brigjen TNI Ida I Dewa Agung.
Senada dengan Danrem, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang juga memerintahkan personel Bhabinkamtibmas untuk andil dalam pengawasan. Langkah ini dipandang krusial guna mewujudkan Denpasar yang bersih dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
Dengan keterlibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Pemkot Denpasar berharap disiplin masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik dari sumbernya dapat meningkat secara signifikan, sehingga beban sampah di hilir dapat berkurang drastis. (Naf-Kab).