GIANYAR, KABARBALI.ID — Bali Zoo mengambil langkah tegas dalam praktik konservasi dengan menghentikan seluruh atraksi gajah tunggang mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini menjadi wujud nyata komitmen Bali Zoo dalam mendukung konservasi berkelanjutan dan kesejahteraan satwa, sejalan dengan arah baru pengelolaan lembaga konservasi yang lebih etis dan bertanggung jawab.
Keputusan tersebut menandai pergeseran paradigma pengelolaan satwa dari orientasi hiburan menuju perlindungan perilaku alami dan kesehatan jangka panjang satwa. Dengan dihentikannya aktivitas gajah tunggang, gajah-gajah di Bali Zoo kini memiliki ruang lebih luas untuk berinteraksi sosial, bergerak bebas, serta mengikuti program perawatan dan enrichment yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental.
Head of Public Relations Bali Zoo, Emma Chandra, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar perubahan atraksi, melainkan langkah strategis dalam memperkuat standar konservasi.
“Kesejahteraan satwa adalah prioritas utama kami. Penghentian gajah tunggang merupakan bentuk tanggung jawab Bali Zoo untuk memastikan gajah hidup lebih layak, sehat, dan sesuai dengan kebutuhan alaminya,” ujar Emma, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: 230 Titik Charger Tersebar di Bali, Pengguna Mobil Listrik Kini Nggak Perlu ‘Deg-degan’ LagiEdaran Dirjen KSDAE
Emma menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 6 Tahun 2025 tentang penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi. Bali Zoo juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Balai KSDA Bali untuk memastikan implementasi berjalan sesuai regulasi.
Ke depan, Bali Zoo akan memfokuskan pengelolaan gajah pada perawatan harian, penguatan edukasi konservasi, serta pengembangan pengalaman wisata berbasis empati dan pembelajaran, bukan eksploitasi satwa.
“Kami ingin pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna—belajar menghargai satwa, memahami perannya dalam ekosistem, dan menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi,” jelasnya.
Komitmen tersebut juga disampaikan secara terbuka kepada publik melalui akun Instagram resmi Bali Zoo. Dalam unggahannya tertulis, “A step forward for elephant welfare. Effective 1 January 2026, Bali Zoo has discontinued elephant riding.”
Langkah Bali Zoo ini dinilai sebagai sinyal kuat bagi industri pariwisata dan lembaga konservasi lainnya untuk bertransformasi menuju wisata yang ramah satwa dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas posisi Bali sebagai destinasi yang menjunjung tinggi nilai pelestarian alam dan etika konservasi. (Kri-Kab).