KLUNGKUNG, KABARBALI.ID — Langkah Bupati Klungkung I Made Satria mendigitalisasi sistem pungutan retribusi pariwisata mendapat sambutan positif dari pelaku pariwisata, khususnya di Nusa Penida. Digitalisasi dinilai sebagai jawaban atas persoalan klasik kebocoran pendapatan, ketidakefisienan tenaga pungut, hingga kesemrawutan di lapangan.
Pelaku pariwisata Nusa Penida, Pande Bagus Gde Guna Senana alias Yan Guna, menyebut kebijakan tersebut sudah lama dinantikan masyarakat dan pelaku usaha.
“Ini sebenarnya sudah sangat ditunggu-tunggu. Dengan sistem manual, kebocoran bisa sampai 70 persen. Digitalisasi ini penting agar pungutan lebih transparan dan adil,” tegas Yan Guna, Sabtu (17/1/2026).
Ia menilai, selain menekan kebocoran, sistem e-ticketing dan e-payment juga mampu meningkatkan efisiensi tenaga pungut serta menghapus kesan negatif di lapangan.
“Selama ini petugas memungut dengan fasilitas seadanya dan SDM terbatas. Di pelabuhan sering terlihat seperti preman, antrean krodit, apalagi saat tamu datang bersamaan. Ini merugikan citra pariwisata,” ujarnya.
Dengan sistem digital, Yan Guna berharap pendapatan retribusi pariwisata dapat meningkat signifikan dan berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung, di tengah kondisi keuangan daerah yang dinilainya sedang tidak stabil.
“Harapan kami jelas, PAD Klungkung bisa lebih maksimal dan benar-benar kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi menggandeng PT Easybook Teknologi Indonesia dalam penerapan sistem e-ticketing dan e-payment untuk pemungutan retribusi pariwisata. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Bupati Klungkung I Made Satria dan Direktur PT Easybook Teknologi Indonesia, Azman Bin Mansor.
Objek kerja sama mencakup Retribusi Pelayanan Tempat Rekreasi, Pariwisata, dan Olahraga yang dikelola secara digital guna menciptakan sistem pungutan yang transparan, akuntabel, dan modern.
Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan, digitalisasi retribusi sejatinya telah direncanakan sejak 2019, namun baru dapat direalisasikan saat ini.
“Ini langkah strategis untuk menutup potensi kebocoran dan memperbaiki tata kelola. Harapannya, pengelolaan pariwisata Klungkung menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan,” tegas Bupati Satria.
Sementara Plt Kadis Pariwisata Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengatakan, digitalisasi retribusi menjadi kebutuhan di tengah perkembangan sistem transaksi.
“Arahnya pasti ke digitalisasi. Ke depan tidak lagi manual seperti sekarang. Sistemnya cashless, bisa menggunakan QR code atau metode pembayaran digital lainnya, tergantung kerja sama dengan perbankan,” ujar Gung Puma. (Sta-Kab).