Dihabisi Saat Cek Token Listrik, Misteri Kematian WNA Belanda di Kuta Utara Masih Gelap: Polisi Minta Doa Agar Pelaku Segera Ringkus!

Kapolres Badung dan jajarannya

BADUNG, KABARBALI.ID – Kepolisian Resor (Polres) Badung mengaku menghadapi tantangan berat dalam mengidentifikasi pelaku penganiayaan maut yang menewaskan seorang warga negara (WN) Belanda berinisial RP (50). Peristiwa berdarah yang terjadi di Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara ini terkendala oleh minimnya kamera pengawas (CCTV) di sekitar titik kejadian.

Hingga Rabu (25/3/2026), tim buser Polres Badung masih terus melacak keberadaan para pelaku yang diduga masih bersembunyi di wilayah Bali atau setidaknya belum keluar dari Indonesia.

Kronologi: Dicegat Saat Cek Token Listrik

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, membeberkan bahwa serangan tersebut terjadi sangat tiba-tiba pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Korban saat itu keluar dari vilanya bersama teman wanitanya, PI (seorang WNI), untuk mengecek meteran listrik di ujung jalan yang bersebelahan dengan area parkir.

Nahas, saat hendak kembali ke vila, korban dicegat oleh pelaku yang diduga sudah memantau pergerakan korban dari arah gang. “Kejadian ini sangat tidak terduga. Pelaku datang dari arah masuk dan sepertinya sudah mengamati saat korban berputar arah di ujung gang,” ujar AKBP Joseph Edward Purba di Mapolres Badung.

Tak Ada Riwayat Konflik

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi kunci yakni kekasih korban, polisi memastikan tidak ada riwayat perselisihan sebelum kejadian. Baik korban maupun saksi tidak memiliki masalah di tempat hiburan malam atau di jalanan pada hari itu.

“Hubungan saksi dan korban ini juga tergolong baru. Mereka baru tinggal bersama sekitar dua sampai tiga hari di vila tersebut setelah korban mengundang saksi datang,” jelas Joseph.

Polisi Minta Dukungan Masyarakat

RP menghembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah menderita luka parah akibat serangan sadis tersebut. Saat ini, polisi tengah mendalami berbagai kemungkinan motif, mulai dari perampokan hingga dendam pribadi, meski indikasi awal menunjukkan serangan yang terencana.

“Kami belum bisa memastikan posisi pasti pelaku, tapi kami berharap mereka masih berada di Indonesia. Kami minta doa agar perkara ini bisa terungkap dengan cepat dan tepat,” pungkas Kapolres. (Gus-Kab).

kabar Lainnya