GIANYAR, KABARBALI.ID – Jangan coba-coba membuang sampah sembarangan di Sukawati jika tidak ingin berakhir di kantor desa. Seorang oknum pendatang yang mengekos di wilayah Sukawati harus menanggung malu setelah tertangkap basah membuang sampah campur di lingkungan Banjar Gelulung, Sabtu (28/2/2026) malam.
Aksi pelaku terbongkar berkat kecanggihan kamera pengawas (CCTV) yang dipasang pihak banjar lantaran geram wilayahnya kerap dijadikan tempat sampah ilegal.
Pengintaian Lewat Layar Monitor
Kelian Banjar Gelulung, Made Angga Artha, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.00 WITA. Sebelumnya, warga mengeluh karena tumpukan sampah terus muncul meski sudah rutin dibersihkan. Lokasi yang dekat dengan pasar tumpah diduga sengaja dimanfaatkan oknum nakal.
“Tertangkap basah pelaku pembuang sampah campur. Aksinya terekam CCTV, sehingga kami tahu jam kedatangannya. Langsung kami intai dan amankan untuk dibawa ke kantor desa guna pembinaan,” tegas Angga Artha, Minggu (1/3/2026).
Saat diinterogasi di Kantor Desa Sukawati oleh Perbekel, Bendesa Adat, hingga aparat TNI-Polri (Bhabinkamtibmas & Babinsa), pelaku tak bisa berkelit. Ia tampak sangat ketakutan saat diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Perbekel Desa Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra, menyebut pelaku akhirnya mengakui telah membuang sampah di lokasi tersebut sebanyak tiga hingga empat kali.
“Pelaku sangat ketakutan dan berjanji tidak mengulangi. Untuk sementara belum ada sanksi denda, kami berikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan. Dia juga kami minta melapor kalau melihat orang lain melakukan hal serupa,” jelas Dewa Dwi Putra.
Peringatan Keras: Seluruh Titik Rawan Dipantau CCTV!
Pemerintah Desa Sukawati kini tidak lagi main-main soal sampah. Saat ini, desa dinas bersama desa adat tengah menggodok aturan sanksi tegas bagi para pelanggar. Pemasangan CCTV di titik-titik rawan akan semakin masif dilakukan.
“Kami harap ini jadi peringatan. Semua titik rawan sudah dipantau CCTV. Jangan coba-coba, karena terima kasih kepada warga dan teknologi, pelaku kini mudah teridentifikasi,” pungkasnya. (Tut-Kab).