Dipuput 33 Sulinggih! Gubernur Koster Ungkap Rencana Besar Penataan Akses Jalan Besakih Tahap III hingga Tahun 2030

Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjaga kesucian dan kebersihan kawasan selama 21 hari rangkaian upacara berlangsung.

KARANGASEM, KABARBALI.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri puncak pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2026 di Pura Agung Besakih, Karangasem, Kamis (2/4/2026). Bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa, Gubernur menegaskan agar seluruh rangkaian upacara terbesar di Bali ini berjalan dengan tertib, khidmat, dan tanpa gangguan.

Puncak karya ini dipuput oleh 33 orang sulinggih yang mewakili seluruh wilayah di Bali, memimpin prosesi di Penataran Agung serta berbagai titik parahyangan di kawasan Catur Lawa dan Catur Dala.

Komitmen Pelayanan Pemedek

Gubernur Koster menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menyiagakan berbagai fasilitas penunjang untuk menyambut umat yang hadir dari seluruh pelosok Indonesia, mulai dari Jawa hingga Papua. Selama 21 hari ke depan hingga 23 April, layanan transportasi khusus disiapkan bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kami sudah mengatur jadwal kedatangan umat secara ketat agar tidak terjadi penumpukan yang ekstrem di kawasan suci,” ujar Gubernur Koster dalam sambrama wacananya.

Lanjutan Penataan Kawasan Besakih

Dalam kesempatan tersebut, Koster memaparkan perkembangan penataan kawasan Besakih yang kini memasuki tahap kedua. Setelah tahap pertama menyerap anggaran Rp 800 miliar, tahap lanjutan difokuskan pada sinkronisasi arsitektur 26 titik pelinggih dengan anggaran Rp 203 miliar dari APBD Bali.

“Tidak boleh ada lagi perbedaan bahan atau warna bangunan yang mencolok. Semuanya harus serasi, estetis, dan tetap mencerminkan nilai historis asli Besakih,” tegasnya.

Rencana Besar Akses Jalan 2028-2030

Menjawab tantangan kemacetan jangka panjang, Gubernur mengungkapkan rencana penataan akses jalan tahap ketiga dari arah Klungkung dan Bangli. Studi perencanaan dijadwalkan mulai 2026, dengan target konstruksi fisik dimulai pada 2028 dan rampung pada 2030.

Selain itu, sisi ekonomi kawasan juga menunjukkan tren positif. Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih mencatatkan pendapatan Rp 14,5 miliar pada 2025, yang dialokasikan kembali untuk operasional upacara, bantuan desa adat, dan pelestarian kawasan.

Bali Aman dan Target Mandiri Sampah 2028

Di sela rangkaian upacara, Gubernur juga menyampaikan kabar baik mengenai kondisi pariwisata Bali yang tetap kondusif dengan kenaikan kunjungan domestik sebesar 31 persen per Maret 2026.

Terkait isu lingkungan, Pemprov Bali menargetkan penutupan seluruh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada Agustus 2026. Sebagai gantinya, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik akan dimulai pertengahan tahun ini, dengan target Bali mandiri pengolahan sampah menjadi energi pada tahun 2028.

Acara puncak ini turut dihadiri oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, para Bupati se-Bali, Ketua PHDI Bali, serta tokoh masyarakat lainnya. Rangkaian prosesi ditutup dengan persembahyangan bersama demi keselamatan dan keharmonisan Pulau Dewata. (Rls-Kab).

kabar Lainnya