DENPASAR, KABARBALI.ID – Manajemen Bali Handara (PT Sarana Buana Handara) angkat bicara terkait tudingan yang menyebut operasional mereka sebagai penyebab banjir di Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng. Pihak manajemen menegaskan telah menjalankan prosedur operasional yang ketat dalam menjaga lingkungan.
Kuasa Hukum Bali Handara, Putu Astuti Hutagalung, menyatakan bahwa fenomena banjir yang terjadi baru-baru ini murni faktor alam dan cuaca ekstrem, bukan akibat aktivitas di area golf & resort tersebut.
“Kami sudah menjelaskan ke Pansus TRAP, bahwa kami memiliki cara pencegahan banjir. Bukan Bali Handara yang menyumbang atau menyebabkan banjir,” tegas Putu Astuti dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Menepis anggapan negatif, Putu Astuti membeberkan infrastruktur mitigasi air yang dimiliki Bali Handara. Ia menyebutkan ada tiga titik waduk yang berfungsi menampung air hujan sebelum dialirkan ke saluran irigasi.
“Kita sudah siapkan waduk dan irigasi air. Ada tiga titik waduk, termasuk waduk pertama yang menjadi penahan aliran hujan deras,” imbuhnya.
Tak hanya waduk, luas lahan Bali Handara yang mencapai 98 hektare diklaim justru membantu penyerapan air. Sekitar 80 hektare di antaranya merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai zona resapan alami.
Putu Astuti mengingatkan bahwa banjir di wilayah Pancasari bukanlah masalah baru. Berdasarkan catatan historis, bencana serupa sudah terjadi jauh sebelum pembangunan masif dilakukan, yakni pada tahun 1960-an, dengan puncaknya pada tahun 1970-an.
“Banjir di Pancasari ini fenomena musiman. Faktor cuaca ekstrem membuat situasi sulit dipastikan. Meski kami punya zona resapan luas, kalau debitnya terlalu tinggi, tetap saja terdampak,” pungkasnya. (Naf-Kab).