kabarbali.id – Bagi masyarakat yang hendak memulai aktivitas penting pada Jumat, 20 Maret 2026, penting untuk memperhatikan Ala Ayuning Dewasa atau penanggalan tradisional Bali. Berdasarkan perhitungan wariga, hari ini membawa energi yang sangat positif bagi sektor pertanian, namun memiliki beberapa pantangan keras dalam urusan rumah tangga dan finansial.
Satu hal yang perlu diwaspadai adalah unsur Asuasa. Energi ini mengandung sifat boros, sehingga masyarakat disarankan untuk tidak melakukan aktivitas belanja besar-besaran atau transaksi keuangan yang bersifat konsumtif.
Jumat ini menjadi “Hari Emas” bagi para petani. Munculnya unsur Srigati dan Srigati Munggah menandakan waktu yang sangat baik untuk menyimpan padi di lumbung maupun menurunkannya kembali.
Bagi yang ingin memulai musim tanam, hari ini sangat ideal untuk membibit atau menanam padi. Namun, ada catatan penting: meskipun baik untuk urusan padi, Anda dilarang keras untuk melakukan jual beli beras atau meminjam sesuatu di hari ini. Selain itu, Banyu Urug dan Lebur Awu memberikan restu bagi mereka yang ingin membangun bendungan atau sistem irigasi.
Jika Anda berencana membangun fisik rumah, sebaiknya tunda dulu. Kehadiran Geni Rawana, Kala Buingrau, dan Carik Walangati secara serempak memberikan larangan untuk membangun maupun mengatapi rumah. Energi panas yang dibawa Geni Rawana dipercaya berisiko bagi keamanan bangunan di masa depan.
Tak hanya bangunan, urusan asmara dan upacara besar juga mendapat lampu merah. Unsur Kala Tampak dan Kaleburau menegaskan bahwa hari ini tidak baik untuk melangsungkan pernikahan (wiwaha), pertemuan penting, maupun upacara atiwa-tiwa (ngaben).
Masyarakat juga diminta untuk lebih mawas diri karena adanya pengaruh Kala Siyung yang mengandung sifat buas. Secara psikologis, ini bisa berarti emosi yang lebih mudah tersulut atau situasi yang tidak terduga.
Namun, di sisi lain, bagi Anda yang ingin mulai berlatih keterampilan baru, membuat program kerja, atau mengangkat petugas baru, unsur Subacara memberikan dukungan penuh. Ini adalah hari yang tepat untuk perencanaan dan memulai proses belajar.
Berdasarkan Pancasuda, hari ini jatuh pada Satria Wirang, yang mengingatkan kita untuk tetap sabar dan rendah hati meskipun mungkin menemui sedikit hambatan atau ketersinggungan dalam interaksi sosial. (Kab).