KLUNGKUNG, KABABALI.ID – Rencana penetapan Bunga Cempaka sebagai maskot Kabupaten Klungkung mendapat sorotan dari para tokoh tingkat desa. Dalam sosialisasi Ranperda Maskot di Kantor DPRD Klungkung, Senin (26/1),
Para Perbekel mendesak pemerintah untuk menggali potensi lokal yang lebih orisinal dan mendunia.
Perbekel Desa Ped, Wayan Darwata, secara tegas menyebut Bunga Cempaka kurang merepresentasikan keunikan Klungkung. Ia justru mengusulkan Ikan Mola-Mola sebagai ikon fauna daerah.
“Mola-mola memiliki keterkaitan kuat dengan Nusa Penida dan sudah menjadi ikon pariwisata yang mendatangkan nilai ekonomi tinggi. Kenapa kita harus memakai maskot ‘pemberian’ jika punya kearifan lokal yang kuat?” cetus Darwata.
Kritik serupa datang dari Perbekel Desa Banjarangkan, Anak Agung Gde Indrawan Diputra. Ia menilai jati diri daerah seharusnya lahir dari realitas sosial dan budaya masyarakat Klungkung sendiri, bukan sekadar penyeragaman kebijakan lintas wilayah.
“Simbol daerah idealnya digali dari sejarah dan kekuatan lokal, bukan diambil dari pemberian gubernur,” tegasnya.
Aspirasi ini menjadi tantangan bagi DPRD Klungkung untuk meninjau kembali draf Ranperda agar maskot yang dipilih benar-benar menjadi kebanggaan kolektif masyarakat Gumi Serombotan. (Sta-Kab).