Dulu Terisolir dan Jalan Memutar, Kini Warga Kayehan Sembringah Punya Jembatan ‘Titi Bang’!, Hasil Reses Ary Priadnya

Wakil Bupati Klungkung didampingi anggota DPRD Klungkung Ary Priadnya resmikan Titi Bang di Banjar Kayehan Dawan Kaler. Jumat 27 Februari 2026

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Penantian panjang warga Banjar Kayehan, Desa Dawan Kaler, Kabupaten Klungkung, untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya terbayar tuntas. Sebuah jembatan kokoh kini membentang, memutus isolasi pemukiman yang selama ini terhambat oleh alur sungai yang dalam.

Realisasi infrastruktur ini merupakan buah manis dari aspirasi yang diserap Anggota DPRD Klungkung, I Nengah Ary Priadnya, saat menggelar reses di daerah pemilihan (dapil) pada akhir tahun 2024 lalu.

“Saat reses, warga mengusulkan jembatan. Kami amini dan tindaklanjuti karena ini akses vital. Sebelumnya, warga harus memutar jauh dengan medan jalan yang curam,” ungkap Ary Priadnya saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Dari Lebar 1 Meter Jadi Akses Mobil

Anggota DPRD Klungkung I Nengah Ary Priadnya saat ikut ngayah gotong royong bangun jembatan. foto ( dok pribadi).

Ketua Komisi II DPRD Klungkung ini menceritakan, awalnya, perwakilan warga bernama Wayan Karsa hanya memohon jembatan sederhana yang bisa dilalui sepeda motor. Namun, melalui diskusi panjang bersama tokoh masyarakat, Klian Banjar, Kadus, serta dukungan dari komunitas Paiketan Pada Tresna, rencana tersebut berkembang pesat.

Jembatan yang awalnya direncanakan hanya selebar 1 meter, disepakati naik kelas menjadi:

  • Lebar: 2,5 meter (bisa dilalui mobil).
  • Panjang: 27 meter.
  • Kedalaman: 8 meter.
  • Estimasi Biaya (RAB): Rp 160 Juta.

Pembangunan yang dimulai sejak 25 Agustus 2025 ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong masyarakat Bali. Menariknya, seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan konsep ngayah (kerja bakti tanpa upah).

Material bangunan berasal dari swadaya murni Ary Priadnya bersama warga, serta mendapat dukungan material dari Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gede Surya Putra.

“Prosesnya cukup lama karena benar-benar dikerjakan dengan semangat gotong royong. Tiang (saya) ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah andil. Ini bukti masyarakat mampu menyelesaikan masalah infrastruktur secara mandiri,” tambah Ary Priadnya.

Jembatan yang kini dinamai warga dengan penuh syukur tersebut telah melalui proses upacara Pemelaspas dan diresmikan secara resmi pada 27 Februari 2026 lalu. Kini, senyum sembringah terpancar dari wajah krama Banjar Kayehan yang tak lagi harus bertaruh nyawa di jalur curam. (Sta/Kab).

kabar Lainnya