KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Balai Budaya Dewa Agung Istri Kanya menjadi saksi lahirnya para pemimpin muda berbakat. Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi membuka Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Klungkung Tahun 2026, Minggu (15/2/2026).
Ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau kecerdasan biasa, melainkan panggung bagi generasi muda “Bumi Serombotan” untuk menyuarakan hak-hak anak dan menjadi agen perubahan (agent of change) di masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa gelar Duta Anak membawa tanggung jawab besar. Ia tidak ingin gelar ini hanya berhenti pada seremoni di atas panggung, tetapi harus menjadi mitra aktif pemerintah.
“Duta Anak adalah mitra strategis kami dalam mensosialisasikan perlindungan anak dan penguatan karakter bangsa. Saya ingin kalian menjadi penyambung lidah bagi rekan-rekan sebaya kalian,” ujar Bupati Satria di hadapan para finalis.
Ia juga menyemangati para pemenang nantinya agar tidak puas hanya di tingkat kabupaten. “Selamat berjuang menuju Mimbar Anak Bali Tahun 2026. Harumkan nama Klungkung hingga ke tingkat nasional!” tambahnya.
Ketua Forum Anak Klungkung, I Gede Bayu Pramana, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ajang ini menjadi bukti bahwa anak-anak Klungkung memiliki ruang partisipasi dalam pembangunan daerah.
Tahun ini, sebanyak 25 finalis terbaik bersaing setelah melewati seleksi ketat. Tak hanya tampil mempesona, mereka juga mempresentasikan isu-isu krusial yang tengah dihadapi remaja saat ini, seperti:
Grand final ini berlangsung meriah dan penuh semangat kompetitif namun tetap dalam suasana kekeluargaan khas Forum Anak. Para finalis diharapkan mampu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya, terlepas dari siapa pun yang nantinya akan menyandang selempang Duta Anak 2026. (Sta-Kab).