Gairahkan Seni Lukis Tradisional, 70 Karya Seniman Pilihan se-Gianyar Dipamerkan di Gallery Monkey Forest

Sebanyak 70 lukisan tradisional pilihan dari seluruh kecamatan di Gianyar dipamerkan hingga akhir April 2026 sebagai bagian dari perayaan HUT Kota Gianyar ke-255. (Foto: DiskominfoGianyar/Kabarbali.id)

UBUD, KABARBALI.id – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Kebudayaan resmi membuka Pameran Lukisan Tradisional sebagai bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar dalam rangka memperingati HUT Kota Gianyar ke-255. Pameran yang bertempat di Gallery Monkey Forest Ubud ini dibuka secara resmi pada Kamis (2/4/2026).

Pembukaan pameran ditandai dengan penandatanganan kanvas oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, bersama tim kurator. Ajang seni ini dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh, mulai dari 2 hingga 30 April 2026.

Pameran Tradisional Pertama Besutan Pemkab

Kepala Dinas Kebudayaan I Wayan Adi Parbawa, saat membacakan sambutan Bupati Gianyar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pameran lukisan tradisional pertama yang diselenggarakan langsung oleh Pemkab Gianyar. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menempatkan kebudayaan sebagai prioritas pembangunan daerah.

“Pameran ini bukan sekadar ajang pamer karya, tapi upaya melestarikan warisan leluhur yang sarat nilai filosofis dan spiritual khas Gianyar sebagai pusat seni Bali. Kami ingin memberikan ruang ekspresi bagi seniman sekaligus mengedukasi generasi muda agar bangga terhadap seni tradisional,” ujar Adi Parbawa.

Seleksi Ketat 7 Kecamatan

Kurator sekaligus Panitia Pelaksana, Prof. Dr. I Wayan Suardana, menjelaskan bahwa pameran kali ini mengusung tema “Gianyar Bhuwana Sumedhya Nityan Rahayu”, yang bermakna Gianyar yang berkembang dalam kesejahteraan dan kelestarian.

Menurut Prof. Suardana, antusiasme seniman sangat tinggi. Terhitung sebanyak 92 pelukis mendaftarkan diri untuk berpartisipasi. Namun, setelah melalui proses seleksi kurasi yang ketat, hanya 70 karya yang dinyatakan lolos untuk dipamerkan.

“Peserta mewakili 7 kecamatan yang ada di Gianyar. Jumlah keterwakilan setiap kecamatan berbeda-beda, tergantung hasil seleksi kurator. Kami memandang seni lukis di sini bukan sekadar objek visual, melainkan arsip hidup yang merekam perjalanan masyarakat Gianyar dalam menjaga keseimbangan zaman,” terang Prof. Suardana.

Pameran ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam perayaan HUT Kota Gianyar ke-255, menegaskan posisi kabupaten ini sebagai rahim seni lukis tradisional Bali yang terus tumbuh dan berkelanjutan. (Tut-Kab).

kabar Lainnya