Gara-gara 377 Penerbangan Dibatalkan, ‘High Season’ Nusa Penida Terancam Lesu? Bupati Made Satria: Jangan Takut ke Bali!

Nusa Penida

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kondisi geopolitik global yang kian memanas mulai memberikan tekanan nyata pada sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung, khususnya destinasi andalan Nusa Penida.

Penundaan sejumlah penerbangan internasional ke Bali dilaporkan mulai berdampak pada angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Padahal, bulan Maret seharusnya menjadi awal periode high season bagi pariwisata di pulau tersebut. Namun, realitanya justru berbanding terbalik akibat gangguan jadwal penerbangan dari luar negeri.

Dampak Nyata di Nusa Penida

Bupati Klungkung, I Made Satria, mengakui adanya pengaruh signifikan dari kondisi global terhadap sektor pariwisata daerahnya. Ia menyebut bulan Maret yang biasanya menjadi andalan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal kini harus menghadapi tantangan berat.

“Bulan Maret seharusnya menjadi high season, namun ada penundaan penerbangan dari luar ke Bali sehingga berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, termasuk ke Nusa Penida,” ujar Bupati Satria, Jumat (27/3/2026).

Kendati demikian, Bupati Satria menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan situasi tetap terkendali. Ia meyakinkan para pelancong bahwa Bali tetap merupakan destinasi yang aman untuk dikunjungi.

“Tidak perlu takut berkunjung dan berwisata di Bali. Kami berharap kunjungan wisatawan tetap meningkat dan kondisi global segera membaik agar ekonomi masyarakat yang bergantung pada pariwisata kembali pulih,” tegasnya.

Sementara PLT Kadispar Klungkung I Gusti Agung Putra Mahajaya mengatakan pada libur Idul Fitri kemarin kunjungan domestik cukup tinggi. “Saat ini kami sedang mulai menerapkan pungutan retribusi secara online, walaupun masih ada kendala akan terus kami perbaiki,” katanya.

Skala Nasional: 50 Ribu Penumpang Batal ke Indonesia

Di sisi lain, Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan data yang lebih mengkhawatirkan di tingkat nasional. Konflik di Timur Tengah dilaporkan memicu pembatalan sekitar 377 penerbangan menuju Indonesia.

Imbasnya, diperkirakan ada 50.000 calon penumpang yang gagal berkunjung ke sejumlah destinasi utama seperti Bali dan Jakarta.

“Kami telah mendata ada sekitar 377 penerbangan yang dibatalkan. Sekitar 50 ribu penumpang tidak bisa datang ke Indonesia. Kami masih mengkaji apakah dampak ini bersifat sementara atau jangka panjang,” jelas Widiyanti saat meninjau Bali Safari, Gianyar, Rabu (25/3/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pariwisata tengah menyiapkan strategi ‘banting setir’ dengan memperkuat promosi di pasar internasional lainnya, terutama Eropa, serta meningkatkan konektivitas penerbangan langsung guna menutup celah kunjungan yang hilang.

Pemerintah optimistis, dengan strategi promosi yang tepat, daya tarik Indonesia—terutama Nusa Penida sebagai primadona Klungkung—tetap mampu memikat wisatawan di tengah ketidakpastian global. (Sta-Kab).

kabar Lainnya