Geger Pesan WhatsApp ‘Titip Adik’, Petugas Sisir Jembatan Tukad Bangkung Usai Laporan Darurat Wanita Hilang dari Sukawati

Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya bersama Camat Petang Anak Agung Ngurah Darma Putra saat bersiaga dan menyisir area Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Badung, Kamis (26/3/2026) siang. Foto/ist

BADUNG, KABARBALI.ID – Kawasan ikonik Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, mendadak mencekam pada Kamis (26/3/2026) siang.

Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kecamatan Petang dikerahkan dalam status siaga penuh menyusul laporan adanya seorang wanita asal Sukawati, Gianyar, yang diduga berniat mengakhiri hidup di lokasi tersebut.

Ketegangan bermula sekitar pukul 11.00 WITA, ketika pihak keluarga menerima pesan WhatsApp bernada pamit dari wanita tersebut.

Dalam pesan yang memilukan itu, ia menyampaikan permohonan maaf dan menitipkan adik-adiknya kepada sang ibu.

Penyisiran di Jembatan Tertinggi
Merespons laporan darurat dari keluarga yang menduga korban sudah bergerak menuju jembatan tertinggi di Asia Tenggara tersebut, Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya bersama Camat Petang Anak Agung Ngurah Darma Putra langsung memimpin penyisiran di sepanjang area jembatan sejak pukul 11.40 WITA.

“Kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penyisiran bersama Pak Camat setelah menerima laporan dari pihak keluarga di Gianyar,” ujar AKP Nyoman Arnaya.

Berhasil Dicegat di Gianyar

Beruntung, drama pencarian ini berakhir melegakan. Sebelum korban sampai di lokasi tujuan di wilayah Petang, pihak keluarga berhasil mencegat dan mengamankan wanita tersebut saat masih berada di wilayah Gianyar.
“Informasi terakhir, yang bersangkutan sudah ditemukan keluarganya di wilayah Gianyar sebelum sampai ke jembatan. Saat ini sudah diajak kembali pulang ke rumah. Situasi di lokasi (Tukad Bangkung) sudah kondusif,” tambah Arnaya.

Pentingnya Kepekaan Lingkungan

Meski kejadian ini berakhir selamat, pihak berwenang memberikan imbauan serius kepada masyarakat. Camat Petang, AA Ngurah Darma Putra, menekankan pentingnya dukungan psikologis bagi anggota keluarga yang sedang mengalami tekanan batin.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikis orang-orang di sekitar kita. Dukungan keluarga sangat krusial untuk mencegah tindakan nekat seperti ini terulang kembali,” pungkasnya. (Gus-Kab).

kabar Lainnya