Gianyar Jadi ‘Role Model’ Nasional ! Ribuan Kader PDI-P Merahkan Alun-alun Kota, Mahayastra: Mempertahankan Kemenangan Jauh Lebih Sulit!

Ribuan pengurus PAC, Ranting, dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Gianyar saat mengikuti prosesi pengukuhan serentak di Alun-alun Kota Gianyar, Minggu (29/3/2026). foto/ist

GIANYAR, KABARBALI.ID – Gelombang merah memadati Alun-alun Kota Gianyar pada Minggu (29/3/2026) sore. Sebanyak 3.298 pengurus PAC, Ranting, dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Gianyar resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara konsolidasi akbar yang menandai kesiapan mesin partai menghadapi tantangan politik ke depan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Wayan Koster, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar, I Made Mahayastra, serta ribuan simpatisan dari tujuh kecamatan.

Gianyar Sebagai Barometer Nasional

Dalam sambutannya, I Made Mahayastra menyebut pengukuhan ini sebagai momentum bersejarah untuk memperkuat ikatan keluarga besar perjuangan. Ia membanggakan capaian Gianyar yang kini menjadi role model perjuangan partai di tingkat nasional, menyusul lonjakan perolehan kursi legislatif dari 16 menjadi 30 kursi.

“Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia. Namun, mempertahankan kemenangan jauh lebih sulit daripada merebutnya. Dengan manajemen organisasi yang baik dan kerja kolektif, kita harus mampu menjaga kondusivitas dan soliditas ini,” tegas Mahayastra di hadapan ribuan kader.

Ia juga berpesan agar seluruh kader tetap sabar dan konsisten dalam menempuh proses perjuangan politik di tengah masyarakat.

Ujung Tombak di 542 Banjar

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, I Wayan Koster, yang memimpin langsung prosesi pelantikan, memberikan arahan khusus mengenai pentingnya struktur partai hingga tingkat terbawah. Menurutnya, jaringan partai di Gianyar merupakan salah satu yang paling kuat di Bali karena menyentuh hingga 542 banjar/dusun.

“Pengurus yang dikukuhkan hari ini adalah ujung tombak partai. Jabatan ini adalah kehormatan sekaligus kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Koster.

Mantan Gubernur Bali ini juga mengingatkan para kader untuk tetap memegang teguh prinsip “Jas Merah” (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) dan mengimplementasikan ideologi partai melalui semangat menyama braya dan gotong royong.

Dukungan Meluas

Soliditas internal partai kali ini juga tampak mendapat apresiasi luas dari elemen masyarakat, desa adat, hingga banjar adat di Gianyar. Hal ini terlihat dari ribuan karangan bunga yang memenuhi area Alun-alun Gianyar sebagai simbol dukungan terhadap kepengurusan yang baru dilantik.

Acara ditutup dengan semangat kebersamaan, mempertegas posisi Gianyar sebagai basis massa yang solid bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut di Pulau Dewata. (Tut-Kab).

kabar Lainnya