KabarBali.id – Lahir pada Kamis (Wraspati) Keliwon Wuku Menail membawa keberuntungan tersendiri bagi pemiliknya. Di bawah perlindungan Lintang Naga, mereka yang lahir hari ini diprediksi menjadi sosok yang tidak banyak bicara (pendiam), namun memiliki etos kerja yang luar biasa dan visi masa depan yang cerah.
“Kelahiran ini sangat unik. Mereka adalah contoh nyata dari peribahasa ‘diam itu emas’, karena di balik ketenangannya, ada cita-cita besar yang selalu berhasil mereka capai,” ungkap pengamat budaya Bali yang kami hubungi.
Dominasi Lintang Naga memberikan pengaruh budi pekerti yang sangat baik. Mereka sering menjadi panutan di lingkungannya. Berbeda dengan karakter yang suka pamer, mereka cenderung berpenampilan tenang dan hanya fokus pada pekerjaan.
Keberhasilan yang mereka raih bukan karena keberuntungan semata, melainkan karena sifat Bumi Kepetak (Pancasuda) yang mereka miliki: rajin bekerja apa saja, teguh pada prinsip, dan mantap dalam melaksanakan tugas.
“Mereka ini tipe yang ‘tahan banting’. Meskipun malas bepergian, jika sudah diberi tugas, mereka akan menyelesaikannya dengan sangat mantap,” tambahnya.
Dalam urusan kepemimpinan, kelahiran Wraspati Keliwon Menail dipayungi oleh Pararasan Laku Air. Karakternya lemah lembut, sopan santun, dan memiliki gaya kepemimpinan yang menyejukkan. Perintahnya tidak kasar, sehingga bawahan atau pengikutnya merasa nyaman.
Namun, ada sisi tegas yang perlu diwaspadai:
Kencang Budinya: Jika sudah berdebat atau mempertahankan pendapat, mereka sangat kuat dan sulit goyah.
Gejolak Asmara: Dalam kehidupan berkeluarga, diprediksi sering terjadi pertengkaran karena keinginan mereka yang sulit dihalangi.
Sisi Boros: Pengaruh Kajeng (Triwara) membuat mereka terkadang terlalu senang bicara dan boros, yang bisa memicu kesulitan keuangan jika tidak dikendalikan.
Berbeda dengan kelahiran sebelumnya, mereka yang lahir Wraspati Keliwon justru sangat cocok mengerjakan bangunan. Energi Keliwon (Pancawara) memberikan bakat alami dalam konstruksi atau menata ruang.
Bagi mereka yang menyukai tantangan, pengaruh Sadwara Urukung menjadikan mereka pemburu yang handal. Namun, pesan leluhur sangat jelas: jangan sampai merusak hutan. Dalam konteks modern, ini berarti mereka cocok dalam bidang yang menuntut ketajaman insting, namun tetap harus menjaga kelestarian lingkungan.
Berdasarkan Pratiti Sadayatana, hari ini dikategorikan sebagai Pedewasaan yang Cukup Baik. Meski akan menemui beberapa hambatan atau kesulitan dari pihak keluarga, mereka tidak perlu khawatir.
“Kekuatan mereka ada pada relasi. Saat mereka sulit, keluarga dan pihak lain akan dengan setia memberikan bantuan,” pungkasnya. Secara medis, mereka dikenal jarang sakit, namun harus waspada pada usia kritis: 5 hari, 5 bulan, 1 tahun, 8 tahun, dan 10 tahun. (Kab).