BULELENG, kabarbali.id – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal pelestarian adat di tengah gempuran modernisasi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri upacara Pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng, Rabu (7/1/2026).
Di hadapan krama desa, politisi asal Badung ini melempar pesan kuat bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya meskipun Bali menjadi magnet pariwisata dunia.
Jaga Akar Budaya: “Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?”
Giri Prasta menekankan bahwa kreativitas anak muda Bali harus tetap berpijak pada identitas lokal. Ia mengingatkan bahwa status Bali sebagai destinasi global adalah tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi warga lokal.
“Kita lahir dan besar di Bali yang merupakan daerah dengan budaya yang kuat. Menjadi kewajiban kita semua untuk bersama-sama menjaga akar budaya daerah kelahiran.
Sekalipun kita menjadi destinasi pariwisata dunia, jangan tinggalkan budaya lokal kita. Karena jika bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi?” tegas Giri Prasta disambut tepuk tangan warga.
Ia juga memberikan catatan khusus untuk wilayah Bali Utara. “Buleleng boleh maju, namun jangan sampai tergerus oleh budaya asing,” tambahnya.
Sentil Tertib Administrasi Dana BKK
Selain soal budaya, Wagub Giri Prasta juga memberikan atensi serius pada tata kelola keuangan desa. Ia mengingatkan bahwa pembangunan fisik yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali harus dibarengi dengan pertanggungjawaban yang transparan.
Diketahui, Desa Patemon menggunakan dana BKK untuk renovasi besar-besaran, mulai dari wantilan desa, kantor LPD, hingga pembangunan tembok dan pintu gerbang.
“Setiap pembangunan yang dilakukan harus disertai prosedur administrasi yang benar. Ini adalah landasan pertanggungjawaban kita ke depan agar pondasi kehidupan desa menjadi kuat dan berjalan selaras,” pesannya.
Apresiasi Desa dan Gelontoran Punia
Perbekel Desa Patemon, Made Selamat, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan dukungan Pemprov Bali. Menurutnya, bantuan fisik dan upacara ini sangat berarti bagi warga dalam memperkuat fasilitas publik sekaligus nilai spiritual desa.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penggerak seni dan sosial di desa, Wagub Giri Prasta juga menggelontorkan dana punia pribadi dengan total Rp23 juta. Dana tersebut dibagi untuk beberapa sektor:
Sanggar Seni: Rp10 juta
Kader PKK: Rp5 juta
Anggota Pakis: Rp5 juta
Penari: Rp3 juta
Acara yang berlangsung di Banjar Dinas Sema ini berjalan khidmat, mempertegas sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah desa di ujung utara Pulau Dewata.(Rls-Kab).