Gubernur Koster Teken Ground Breaking Titik 9–10 Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani

BULELENG, KABARBALI.ID – Gubernur Bali Wayan Koster memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani dengan Upacara Adat Ngeruak dan Ground Breaking di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026).

Pembangunan ini mencakup Titik 9 dan 10 Paket 1 dan 2, bagian dari proyek strategis untuk menuntaskan konektivitas Bali Utara–Selatan.

Proyek Strategis untuk Konektivitas Bali

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan percepatan pembangunan jalan shortcut menjadi prioritas sejak pelantikan periode kedua pada 20 Februari 2025.

“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk transportasi penumpang maupun logistik. Titik 9 dan 10 harus segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” ujar Koster.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali berkontribusi besar melalui pembebasan lahan agar proyek berjalan tanpa hambatan, sekaligus mendorong percepatan pembangunan Titik 11–12 yang memiliki medan paling berat, dengan target selesai sebelum akhir masa jabatannya pada 20 Februari 2030.

Infrastruktur Kunci untuk Pariwisata dan Ekonomi
Koster menekankan pembangunan jalan ini menjadi kunci menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi wisata dan pusat usaha kelas dunia.

“Pariwisata Bali memberi manfaat luar biasa. Tahun 2025 jumlah wisatawan mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan kunjungan wisatawan juga menuntut dukungan infrastruktur memadai.
“Masalah macet tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal jalan dan transportasi,” tegas Koster.

Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menambahkan total pekerjaan Titik 9–10 sepanjang 3,90 kilometer dengan nilai kontrak Paket 1 sebesar Rp290,84 miliar.

Pembangunan jalan dan jembatan ini diproyeksikan mengurangi waktu tempuh dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit, menurunkan tingkat kelandaian maksimal 10 persen, dan mengurangi risiko kecelakaan.

“Manfaatnya sangat signifikan, mulai dari keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” ungkap Asep.

Target Akhir: Jalan Shortcut Tuntas
Hingga kini, 316 bidang tanah telah dibebaskan senilai Rp193 miliar untuk mendukung pembangunan beberapa titik shortcut. Pembangunan Titik 1–2, Paket 3 Titik 9–10, dan Titik 11–12 masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp512 miliar.

“Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali, pembangunan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani diharapkan menjadi solusi permanen konektivitas Bali Utara–Selatan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Koster. (Rls-Kab).

kabar Lainnya