BANGLI, KABARBALI.ID – Kunjungan wisatawan yang melakukan pendakian ke Gunung Batur, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Pengelola Kawasan Gunung Batur mencatat total 73.619 wisatawan melakukan pendakian selama periode Januari–Desember 2025.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Kintamani, Balai KSDA Bali, Made Budiadnyana Putra, mengatakan lonjakan kunjungan tersebut mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap wisata alam, khususnya pendakian Gunung Batur yang menjadi ikon pariwisata Bangli.
“Lonjakan kunjungan ini mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap wisata alam dan pendakian Gunung Batur yang menjadi salah satu ikon pariwisata Bangli,” ujar Budiadnyana, Rabu (7/1/2026).
Dari total 73.619 pendaki, 4.942 orang merupakan wisatawan mancanegara (wisman). Sementara sisanya, sebanyak 68.677 orang, merupakan wisatawan nusantara (wisdom).
Budiadnyana menjelaskan, jumlah pendaki sepanjang 2025 menunjukkan tren meningkat dari bulan ke bulan, terutama pada pertengahan tahun yang bertepatan dengan musim liburan.
Berdasarkan data pengelola kawasan, jumlah pendaki tercatat:
Januari: 2.484 orang
Februari: 2.391 orang
Maret: 3.099 orang
April: 5.077 orang
Mei: 8.669 orang
Juni: 9.378 orang
Juli: 7.654 orang
Agustus: 8.886 orang
September: 6.679 orang
Oktober: 5.297 orang
November: 5.677 orang
Desember: 7.635 orang
“Secara umum, kunjungan pendaki Gunung Batur sepanjang tahun 2025 mengalami tren peningkatan, terutama pada pertengahan tahun,” jelasnya.
Dari sisi pendapatan, pengelola kawasan Gunung Batur mencatat total pemasukan sebesar Rp1.315.500.000 sepanjang tahun 2025. Pendapatan tersebut berasal dari retribusi pendakian wisatawan nusantara dan mancanegara.
Untuk wisatawan asing, pengelola menetapkan tarif masuk Rp100.000 per orang dengan total kunjungan mencapai 4.942 orang. Sementara wisatawan nusantara terbagi dalam dua kategori tarif, yakni 26.906 orang dikenakan Rp15.000 dan 41.771 orang dikenakan Rp10.000 per orang.
“Memang ada perbedaan tarif untuk wisman dan wisdom. Untuk wisatawan nusantara juga ada dua kategori tarif yang kami terapkan,” tandas Budiadnyana.
Budiadnyana berharap tren positif kunjungan pendakian Gunung Batur dapat terus terjaga, seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaan kawasan.
“Kami berharap kunjungan wisatawan terus meningkat, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan kawasan Gunung Batur sebagai destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Bangli,” pungkasnya. (Kab).