KARANGASEM, KABARBALI.ID – Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa (akrab disapa Guru Pandu), menunjukkan komitmennya dalam mengawal pelestarian adat dan pembangunan daerah.
Pada Sabtu (7/3/2026), Wabup Guru Pandu melakukan serangkaian kunjungan kerja maraton di wilayah Kecamatan Rendang, mulai dari menghadiri ritual suci hingga menyapa warga di tingkat banjar.
Kunjungan diawali dengan menghadiri upacara Tawur Tabuh Gentuh lan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, Catur Lawa Ngaturang Jatu di Penataran Agung Besakih. Ritual ini merupakan bagian sakral dari rangkaian karya besar di Pura Agung Besakih yang melibatkan Sabha Catur Lawa.
Usai menunaikan kewajiban religius di Besakih, Wabup Guru Pandu berlanjut menghadiri rapat penting di Pura Ratu Pasek Catur Lawa. Pertemuan tersebut fokus membahas pembentukan panitia pelaksana upacara melaspas yang dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026 mendatang di Lempuyang Madya.
“Kehadiran kami adalah bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Karangasem terhadap pelestarian adat dan budaya. Sinergi antara pemerintah dan Sabha Catur Lawa sangat penting untuk memastikan kelancaran setiap yadnya yang digelar,” ujar Guru Pandu di sela-sela kegiatannya.
Apresiasi Infrastruktur di Banjar Adat Poh
Tak hanya urusan ritual, Wabup Guru Pandu juga menyempatkan diri menghadiri undangan syukuran sederhana di Banjar Adat Poh. Syukuran ini digelar masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas rampungnya proyek pengaspalan jalan menuju Pura Sana Poh yang melintasi kawasan kantor LPD setempat.
Kehadiran orang nomor dua di Karangasem ini disambut hangat oleh warga. Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai bukan hanya mempermudah mobilitas ekonomi, tetapi juga mendukung kenyamanan krama dalam menjalankan aktivitas keagamaan.
“Pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan penguatan kebersamaan. Kami mengapresiasi semangat gotong royong warga Banjar Adat Poh dalam menjaga dan mensyukuri hasil pembangunan yang telah terealisasi,” pungkasnya. (Kaa-Kab).