Gus Bota Turun ke Sawah & Kandang Ayam, Pastikan Dapur Warga Badung Tetap Ngebul Jelang Hari Raya!

Wabup Badung Bagus Alit Sucipta pimpin monitoring sentra produksi pangan jelang Nyepi dan Idul Fitri

BADUNG, KABARBALI.ID – Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, memimpin langsung aksi monitoring ke sejumlah sentra produksi dan pengolahan pangan strategis di wilayah Kabupaten Badung, Senin (16/3/2026). Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Didampingi Sekda Surya Suamba dan tim TPID, Wabup yang akrab disapa Gus Bota ini menyisir lima titik vital, mulai dari subak hingga gudang pangan skala besar.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk memastikan kondisi pangan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tetap aman dan terkendali. Kita ingin melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar masukan dari pelaku usaha,” tegas Wabup Bagus Alit Sucipta di sela-sela kunjungannya.

Pantau Lima Lokasi Strategis

Adapun lima lokasi yang ditinjau meliputi:

1. Sentra Cabai Rawit: Subak Karang Dalem, Desa Selat.

2. Produksi Telur: Manuk Menganti, Desa Sangeh.

3. Peternakan Ayam: Desa Ayunan.

4. Rice Milling Unit (RMU): Perumda MGS di Mengwitani.

5. Gudang Pangan: Puri Pangan Sentosa, Kapal.

Gus Bota memberikan apresiasi tinggi kepada para petani dan peternak lokal yang menjadi garda terdepan dalam menjaga inflasi daerah tetap stabil. Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Badung kini tengah mengkaji penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengoptimalkan penyerapan hasil produksi lokal oleh pasar.

Toleransi Nyepi dan Aturan Takbiran

Selain urusan perut, Wabup Bagus Alit Sucipta juga menyoroti pentingnya kerukunan umat beragama. Mengingat pelaksanaan Nyepi pada 19 Maret 2026 berdekatan dengan momen Idul Fitri, ia mengajak masyarakat Badung untuk mengedepankan toleransi.

Khusus untuk malam takbiran yang bertepatan dengan rangkaian Nyepi, Pemkab Badung bersama FKUB telah menyepakati aturan khusus demi menjaga kesucian hari raya.

“Umat Muslim diimbau tidak melakukan takbiran keliling atau menggunakan pengeras suara luar. Disarankan berjalan kaki menuju masjid dengan jarak maksimal 500 meter atau melaksanakan takbiran di rumah masing-masing,” jelasnya.

Turut hadir dalam pemantauan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, jajaran TPID Badung, serta perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Badung. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas Badung baik dari sisi ekonomi maupun sosial selama hari raya berlangsung. (Gus-Kab).

kabar Lainnya