Gustut Arimbawa !, Politisi PDI Perjuangan Klungkung – Meracik Kebijakan untuk Masyarakat Banjarangkan

Anggota DPRD Klungkung Dapil Banjarangkan (2024-2029) Ida Bagus Ketut Arimbawa (Gus Tut).

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Latar belakang seorang pemimpin tak selalu lahir dari ruang rapat yang kaku atau panggung politik yang riuh. Kadang, karakter kuat justru ditempa dari dapur—tempat di mana disiplin, presisi, dan pengabdian menjadi menu harian.

Itulah garis hidup Ida Bagus Ketut Arimbawa, atau yang akrab disapa Gustut. Pria kelahiran Klungkung, 10 Agustus 1975 ini membawa aroma baru di gedung DPRD Klungkung periode 2024-2029, dari PDI Perjuangan dengan perolehan suara tertinggi di dapil Banjarangkan.

Sebelum terjun ke politik, politisi asal Banjar Gria Buda, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, ini adalah seorang chef profesional yang menghabiskan hidupnya di industri perhotelan papan atas di Bali.

Belajar Ketulusan di Balik Apron

Bagi Gustut, dunia kuliner bukan sekadar soal rasa, melainkan soal integritas. Ia meyakini bahwa standar tinggi di dapur hotel adalah bekal terbaiknya dalam mengawal kebijakan daerah.

“Dunia kuliner mengajarkan saya bahwa satu kesalahan kecil dalam bumbu bisa merusak satu hidangan. Begitu juga dalam kebijakan, satu keputusan yang salah bisa berdampak luas bagi masyarakat. Ketelitian dan ketulusan melayani tamu itulah yang kini saya transformasikan menjadi pelayanan bagi rakyat,” ujar pria murah senyum ini.

Meninggalkan Zona Nyaman demi Banjarangkan

Meski kariernya di dunia perhotelan tergolong stabil dan mapan, Gustut memilih pulang dan berbakti. Ada kegelisahan yang ia rasakan saat melihat potensi tanah kelahirannya, Banjarangkan, yang menurutnya masih bisa dioptimalkan.

Namun, ia tak mau gegabah. Langkah politiknya ia awali dengan restu dan pertimbangan matang dari para tetua.

“Sebelum mengambil langkah ini, saya banyak berdiskusi dengan tokoh masyarakat, keluarga besar, dan sesepuh partai. Saya tidak ingin terjun hanya karena ambisi. Semua saya lakukan agar keputusan yang saya ambil benar-benar berdasarkan pertimbangan matang dan niat yang bersih,” kenang tim Pemenangan Satria-Tjok Surya ini.

SDM dan Ekonomi Desa

Duduk sebagai wakil rakyat dari PDI Perjuangan, Gustut kini fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi desa. Ia ingin pembangunan di Klungkung tidak hanya sekadar tumpukan semen dan beton.

“Saya ingin memastikan pembangunan itu menyentuh manusianya. Infrastruktur penting, tapi kesejahteraan dan kualitas SDM kita adalah fondasi masa depan Klungkung. Saya tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa jabatannya saat ini adalah sebuah mandat moral yang berat. Baginya, kursi parlemen bukanlah singgasana kekuasaan.

“Politik adalah ladang pengabdian. Saya ingin memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar terdengar, bukan sekadar menjadi janji di masa kampanye yang kemudian hilang tertiup angin,” tutup Gustut dengan nada tenang namun tegas.

Kini, dari ruang sidang DPRD Klungkung, Gustut memulai babak baru. Dari tangan yang biasa meracik cita rasa untuk tamu mancanegara, kini ia meracik masa depan bagi masyarakat Banjarangkan dengan bumbu ketulusan dan disiplin tinggi. (Sta-Kab).

Simak kegiatan DPRD Klungkung lainnya !

kabar Lainnya