Hati-hati Sampar Wangke! Ini Pantangan dan Hari Baik Bali Senin 23 Februari 2026

Bagi umat Hindu di Bali, menentukan hari baik atau dewasa ayu sebelum berkegiatan adalah hal yang esensial. Untuk Senin, 23 Februari 2026. foto : gettyimages

KABARBALI.ID – Bagi umat Hindu di Bali, menentukan hari baik atau dewasa ayu sebelum berkegiatan adalah hal yang esensial. Untuk Senin, 23 Februari 2026, kalender Bali menunjukkan perpaduan energi yang kuat untuk urusan spiritual, namun menyimpan peringatan keras untuk urusan keluarga dan pembangunan.

Berdasarkan data Ala-Ayuning Dewasa, hari ini dipenuhi dengan elemen “Amerta” yang sangat mendukung pemujaan, tetapi di sisi lain muncul peringatan Sampar Wangke yang patut diwaspadai.

Waktunya Memuja Leluhur dan Bangun Tempat Suci

Bagi Anda yang berencana melaksanakan upacara keagamaan, hari ini adalah momentum yang sangat tepat. Hadirnya Amerta Dadi dan Amerta Dewa memberikan restu bagi pelaksanaan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya.

“Sangat baik untuk upacara Dewa Yadnya, pemujaan terhadap leluhur, hingga membangun tempat ibadah, lumbung, maupun dapur,” tulis pedoman tersebut. Selain itu, bagi para pengusaha, unsur Amerta Gati dan Ayu Badra memberikan lampu hijau untuk memulai usaha baru atau mulai bercocok tanam.

Baca Juga:

Peringatan Keras: Pantang Menikah dan Ngaben

Namun, di balik keberuntungan spiritual tersebut, ada rambu-rambu merah untuk urusan kemanusiaan dan kematian. Hari ini dilarang keras untuk melaksanakan upacara pernikahan (wiwaha) maupun prosesi pengabenan (atiwa-tiwa).

Kombinasi Carik Walangati, Salah Wadi, dan Kaleburau secara tegas menunjukkan bahwa hari ini tidak baik untuk Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Melanggar pantangan ini dipercaya dapat membawa pengaruh kurang baik bagi kelangsungan upacara maupun pelakunya.

Waspada Pengaruh ‘Buingrau’ dan ‘Siyung’

Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap kondisi emosional dan fisik. Adanya Kala Siyung menandakan hari ini mengandung pengaruh “buas”.

“Hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas. Tidak baik juga memindahkan orang sakit karena adanya unsur perombakan dari Kala Sudukan,” jelas rincian alahing dewasa.

Selain itu, diperingatkan pula adanya Sampar Wangke. Dalam tradisi Bali, hari ini sangat dipantang untuk melakukan hubungan suami-istri karena dikhawatirkan dapat berdampak pada nasib keturunan di masa depan. (Kab).

kabar Lainnya