Jalur Nusa Dua-Pecatu Makin Lega! Jembatan Kutuh-Alas Arum Kini Lebih Lebar dan Siap Diaspal

Proyek pelebaran dan peninggian jembatan pada ruas jalan Kutuh-Alas Arum akhirnya tuntas secara fisik, pengaspaspalan lanjut maret. foto/ist

BADUNG, KABARBALI.ID – Kabar gembira bagi pengguna jalan di kawasan Kuta Selatan. Proyek pelebaran dan peninggian jembatan pada ruas jalan Kutuh-Alas Arum akhirnya tuntas secara fisik. Jembatan strategis yang menghubungkan jalur Nusa Dua menuju Ungasan hingga Pecatu ini pun sudah mulai bisa dilalui kendaraan.

Meski struktur utama telah rampung, Pemerintah Kabupaten Badung kini tengah bersiap mengejar tahap akhir berupa pengaspalan jalan. Proses ini dijadwalkan mulai digarap pada awal tahun 2026 ini.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, mengungkapkan bahwa pekerjaan fisik jembatan sebenarnya sudah beres sejak akhir 2025. Fokus tahun ini adalah memberikan “sentuhan akhir” agar jalan benar-benar mulus.

“Pekerjaan fisik jembatan telah rampung sepenuhnya sesuai kontrak. Tahapan selanjutnya di tahun ini adalah pengaspalan. Itu akan kami lanjutkan di Induk 2026 dan akan kami percepat prosesnya,” ujar Teddy saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).

Anggaran Rp 4 Miliar dan Kekuatan Ekstra

PUPR Badung telah mengalokasikan dana sekitar Rp 4 miliar khusus untuk pengaspalan ini. Jika proses tender berjalan mulus, pengerjaan aspal dua lapis (AC-BC dan AC-WC) dengan ketebalan 11 sentimeter ini akan dimulai pada Maret 2026.

Menariknya, jembatan ini tak hanya diperlebar dari 9,50 meter menjadi 17,40 meter, tapi juga didesain dengan durabilitas tinggi.

“Panjang rencana aspal totalnya 225 meter, lebar 14 meter. Umur aspal bisa sampai di atas 10 tahun kalau kondisinya bagus. Jalan itu siap dilalui kendaraan berat, tidak hanya bus dan truk, bahkan mixer truck (truk molen) juga bisa,” jelas Teddy.

Alasan Pengaspalan Terpisah

Teddy menjelaskan, pengaspalan sengaja dipisah menjadi paket pekerjaan tersendiri setelah adanya adendum kontrak. Hal ini dilakukan karena anggaran pada kontrak awal diprioritaskan untuk memastikan kekuatan struktur utama, seperti pembangunan sayap jembatan dan perkuatan struktur bawah demi keselamatan.

“Kami tetap mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati ketika melintas, tidak melaju dengan kecepatan tinggi, demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” pungkas Teddy.(Kri-Kab).

kabar Lainnya