DENPASAR, KABARBALI.ID – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Bali memberikan jaminan mengenai ketersediaan pasokan gas LPG menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriyah. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying karena jalur distribusi dan stok dipastikan dalam kondisi stabil.
Kepala Bidang Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Bali, Ida Ayu Putriani, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memastikan pengiriman tetap beroperasi pada hari libur.
“Untuk stok LPG menjelang hari raya, kami telah berkoordinasi dengan Pertamina bahwa di hari libur tanggal 15 dan 22 Maret di Denpasar tetap dioperasionalkan pengirimannya,” ujar Putriani saat ditemui di Denpasar, Rabu (11/3/2026).
Pengawasan Harga dan Operasi Pasar
Putriani menegaskan bahwa harga jual LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan masih mengacu pada Peraturan Gubernur Bali, yaitu sebesar Rp 18.000 per tabung. Ia menyarankan masyarakat untuk membeli langsung di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Sebenarnya masyarakat bisa melakukan pembelian langsung di pangkalan karena memang distribusi akhirnya ada di pangkalan, tidak di warung,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa regulasi HET saat ini belum menjangkau tingkat pengecer atau warung.
Sebagai langkah antisipasi jika terjadi isu kelangkaan, Disperindag Bali bersama Pertamina siap menggelar pasar murah di titik-titik strategis. Masyarakat juga dapat melaporkan kendala distribusi melalui call center Pertamina.
Aturan Batas Pembelian
Guna memastikan distribusi yang merata, pemerintah menerapkan aturan batas pembelian di pangkalan:
Rumah Tangga: Dibatasi maksimal satu tabung per Kepala Keluarga (KK).
Pelaku UMKM: Diberikan kuota lebih banyak, yakni sekitar empat tabung per minggu.
Terkait situasi geopolitik di Timur Tengah, Disperindag Bali menyatakan hingga saat ini belum melihat adanya dampak signifikan terhadap stok maupun distribusi energi di Bali. Meskipun permintaan diprediksi meningkat drastis selama periode Nyepi dan Lebaran, ketersediaan energi dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat. (Naf-Kab).