KABARBALI.ID – Memasuki usia 40 tahun, banyak wanita mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Sering kali, rasa nyeri di persendian, sulit fokus, hingga jantung berdebar hanya dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan atau “faktor U”.
Namun, pakar kesehatan wanita peraih penghargaan, dr. Sheryl A. Ross (Dr. Sherry), menegaskan bahwa gejala-gejala tersebut sering kali merupakan tanda perimenopause—masa transisi menuju menopause—yang kini diketahui memiliki hingga 100 gejala berbeda. Kabar baiknya, gejala-gejala ini sangat mungkin diobati agar kualitas hidup tetap terjaga.
Berikut adalah 5 gejala yang sering diabaikan wanita, namun menurut medis sangat bisa diatasi:
Banyak wanita mengira nyeri lutut atau pinggang adalah tanda rematik biasa karena usia. Faktanya, reseptor estrogen tersebar di seluruh tubuh, termasuk di sendi dan tulang. Saat kadar estrogen menurun drastis di usia 40-an, kepadatan tulang menurun dan nyeri sendi muncul. Terapi penggantian hormon (HRT) diketahui sangat efektif mengurangi risiko pengeroposan tulang dan meredakan nyeri ini.
Terbangun di tengah malam dengan keringat bercucuran atau tiba-tiba merasa gerah luar biasa di ruangan ber-AC sering dianggap sebagai masalah sirkulasi udara biasa. Ini adalah gejala klasik perimenopause. Dr. Sherry menjelaskan bahwa penurunan estrogen memengaruhi pengatur suhu di otak. HRT telah terbukti secara luas mampu meredakan sensasi panas ini dengan cepat.
Sering lupa menaruh kunci atau sulit berkonsentrasi saat bekerja? Di dunia medis, ini dikenal sebagai brain fog. Penelitian menunjukkan bahwa hormon estrogen berperan melindungi fungsi kognitif jangka panjang. Penanganan hormon yang tepat bahkan disebut-sebut sebagai pilihan terapi untuk membantu melindungi wanita dari risiko penyakit Alzheimer di masa depan.
Banyak wanita merasa cemas karena jantung tiba-tiba berdebar kencang. Faktanya, 1 dari 4 wanita meninggal karena penyakit jantung, dan estrogen berperan penting dalam menjaga fleksibilitas pembuluh darah. Mengatasi ketidakseimbangan hormon sejak dini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga langkah pencegahan penyakit jantung yang krusial.
Penuaan sering kali membawa perubahan fisik yang membuat wanita merasa kurang percaya diri. Namun, Dr. Sherry menekankan bahwa wanita masa kini memiliki pilihan untuk “menua sesuai keinginan”. Selain bantuan medis, olahraga seperti angkat beban sangat disarankan. Sains membuktikan angkat beban tidak hanya memperkuat tulang, tetapi juga menstabilkan hormon dan meningkatkan suasana hati.
“Anda bisa menua sesuai keinginan Anda. Anda memiliki pilihan untuk merawat kesehatan jangka panjang, dan terapi penggantian hormon (HRT) saat ini dianggap aman serta mampu membantu melindungi kesehatan Anda,” ungkap Dr. Sherry Ross.
Setiap wanita memiliki perjalanan penuaan yang unik. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan atau penyedia layanan kesehatan mengenai gejala fisik maupun emosional yang Anda alami. Menjadi tua adalah takdir, namun tetap sehat dan berdaya adalah pilihan. (Kab).