BULELENG, KABARBALI.ID – Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja, Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya dalam memperkuat harmoni dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mengusung tema “Bhinneka Shanti Jagadhita”, peringatan tahun ini menjadi momentum peluncuran berbagai kebijakan pro rakyat yang menyentuh langsung kebutuhan warga Bumi Panji Sakti.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan bahwa tema tersebut mencerminkan jati diri Singaraja sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan kedamaian.
Kebijakan Pro Rakyat: Diskon dan Pembebasan PBB
Sebagai kado bagi masyarakat di hari jadi kota, Pemkab Buleleng resmi meluncurkan program pembebasan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kebijakan ini mencakup pembebasan pokok dan denda pajak hingga tahun 2021, dengan syarat wajib pajak melunasi piutang tahun 2022–2026 paling lambat 30 September 2026.
Selain itu, warga yang membayar pajak lebih awal sebelum 30 Juni 2026 akan mendapatkan potongan tambahan sebesar 0,5 hingga 1 persen. “Inovasi yang kita hadirkan harus berlandaskan niat untuk memudahkan dan meringankan masyarakat,” tegas Bupati Sutjidra, Senin (30/3/2026).
Capaian Satu Tahun Kepemimpinan
Dalam satu tahun masa jabatan Bupati Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna, Buleleng mencatatkan tren positif pada indikator makro. Berdasarkan data BPS 2025:
• Angka Kemiskinan: Turun menjadi 5,2 persen.
• Pengangguran Terbuka: Menurun hingga menyisakan 1,51 persen.
• IPM (Indeks Pembangunan Manusia): Meningkat menjadi 76,06.
Revitalisasi RSUD dan Infrastruktur Strategis Sektor kesehatan menjadi perhatian serius ke depan. Sutjidra mengungkapkan rencana revitalisasi RSUD Kabupaten Buleleng guna mengatasi antrean operasi yang tinggi dan kunjungan pasien yang melebihi kapasitas.
“Kami mendengarkan keluhan masyarakat soal antrean. Ini yang akan kita revitalisasi agar pelayanan lebih manusiawi dan cepat,” imbuhnya.
Selain kesehatan, penataan infrastruktur juga menyasar titik nol Kota Singaraja dan kawasan Pelabuhan Tua untuk mendukung sektor pariwisata dan pertanian secara terpadu.
Dorong Ekonomi Lewat Indikasi Geografis
Guna memajukan UMKM, Pemkab Buleleng terus mendorong pengakuan Indikasi Geografis (IG) bagi produk lokal. Setelah Kopi Robusta Lemukih, pemerintah kini tengah mengusulkan Gula Aren Pedawa dan Kopi Gunung Kutul Pancasari untuk mendapatkan pengakuan serupa demi meningkatkan daya saing di pasar global. (Kar-Kab).