KABARBALI.ID – Bagi semeton yang berencana menggelar acara besar atau memulai aktivitas penting pada Jumat, 27 Februari 2026, penting untuk memperhatikan tatanan Ala Ayuning Dewasa. Berdasarkan penanggalan Bali, hari ini bertepatan dengan Kajeng Kliwon Enyitan, sebuah hari yang memiliki energi spiritualitas tinggi.
Berdasarkan tinjauan Wariga, hari ini didominasi oleh energi Srigati Jenek dan Jiwa Menganti yang membawa angin segar bagi sektor ekonomi dan pertanian, namun menyimpan pantangan keras untuk urusan asmara dan duka cita.
Bagi semeton yang ingin membuka lembaran baru di bidang bisnis, hari ini adalah pilihan tepat. Kehadiran Jiwa Menganti dan Kala Gotongan memberikan vibrasi positif untuk memulai suatu usaha atau bisnis baru.
Tak hanya itu, para petani juga mendapat “lampu hijau”. Adanya Srigati Jenek menandakan hari yang sangat baik untuk membibit, menanam padi, hingga menyimpan hasil panen di lumbung. Begitu juga dengan Pepedan yang mendukung pembukaan lahan pertanian baru.
Bertepatan dengan Kajeng Kliwon Enyitan, hari ini dianggap sakral bagi mereka yang ingin mendalami sisi spiritual. Ini adalah waktu yang tepat (Alahing Dewasa 2) untuk memulai pembuatan sesikepan atau benda-benda yang dipercaya memiliki kekuatan gaib sebagai sarana perlindungan diri.
Bagi upacara Bhuta Yadnya, Kala Kutila Manik juga memberikan ruang yang baik, termasuk untuk membuat pagar atau rintangan pelindung pekarangan.
Namun, di balik banyaknya sisi baik, hari ini memiliki rapor merah untuk upacara sakral keluarga. Kehadiran Carik Walangati dan Salah Wadi secara tegas melarang pelaksanaan Manusa Yadnya seperti pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), hingga potong rambut.
Sektor Pitra Yadnya juga terdampak. Hari ini dianggap tidak baik untuk melakukan prosesi pemakaman maupun pembakaran mayat (atiwa-tiwa/ngaben). Selain itu, hindari membangun atau mengatapi rumah karena adanya pengaruh Kala Brahma yang mengandung arti kepanasan atau kesakitan.
Secara astrologi Bali, hari ini memiliki karakter:
Pararasan: Laku Bulan (Memiliki daya tarik, tenang, dan menyenangkan).
Pancasuda: Wisesa Segara (Berwibawa dan penuh pengampunan).
Ekajalaresi: Suka Rahayu (Mendatangkan keselamatan dan kebahagiaan). (Kab).