Kalender Bali 13 Maret 2026: Hari Kurang Baik untuk Yadnya, Namun Sangat Tepat untuk Buka Lahan Tani

Kalender Bali 13 Maret 2026: Hari Kurang Baik untuk Yadnya, Namun Sangat Tepat untuk Buka Lahan Tani. (Photo by David GANNON / AFP) (Photo by DAVID GANNON/AFP via Getty Images)

KABARBALI.ID– Bagi masyarakat Hindu di Bali, menentukan hari baik atau Ala-Ayuning Dewasa adalah langkah krusial sebelum melaksanakan kegiatan penting. Untuk Jumat, 13 Maret 2026, berdasarkan perhitungan Kalender Bali, terdapat sejumlah pantangan tegas bagi masyarakat yang berencana menyelenggarakan upacara besar (yadnya).

Berdasarkan data yang dihimpun, hari ini didominasi oleh unsur Alahing Dewasa yang bersifat membatasi kegiatan sosial keagamaan yang bersifat perayaan atau pembersihan jiwa.

Pantangan Menikah dan Ngaben

Dua elemen penting, yakni Carik Walangati dan Salah Wadi, muncul secara bersamaan pada hari ini. Kondisi ini membuat 13 Maret 2026 menjadi waktu yang sangat tidak dianjurkan untuk menyelenggarakan upacara Pitra Yadnya seperti Ngaben (atiwa-tiwa), penguburan, hingga nyekah.

Selain itu, bagi pasangan yang berencana mengikat janji suci, hari ini juga termasuk dewasa yang harus dihindari. Unsur Salah Wadi secara spesifik melarang pelaksanaan Manusa Yadnya seperti pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), hingga sekadar memotong rambut.

“Adanya unsur Salah Wadi dan Carik Walangati memberikan peringatan agar masyarakat tidak memaksakan kegiatan yang sifatnya Yadnya besar, karena energi hari ini cenderung kurang mendukung untuk keberlangsungan karya ayu,” tulis keterangan dalam pakem tersebut.

Fokus pada Pertanian dan Pembuatan Senjata

Meskipun banyak larangan untuk upacara keagamaan, hari ini justru membawa berkah bagi sektor agraria. Unsur Pepedan menunjukkan bahwa Jumat ini adalah waktu yang sangat baik untuk mulai membuka lahan pertanian baru.

Tak hanya itu, bagi para pengrajin senjata tradisional atau pande besi, unsur Kala Wikalpa memberikan lampu hijau untuk memulai pembuatan keris atau peralatan sejenisnya. Namun, perlu dicatat bahwa untuk pembuatan peralatan besi biasa, hari ini justru dianggap kurang tepat.

Karakter Hari: Sumur Sinaba

Dari sisi spiritual, hari ini memiliki karakter Pancasuda: Sumur Sinaba. Dalam tradisi Bali, karakter ini melambangkan sosok yang bijaksana dan menjadi tempat orang lain mencari nasihat atau petuah. Hal ini didukung oleh Pararasan: Laku Pandita Sakti yang mencerminkan jiwa kepemimpinan serta wibawa yang kuat.

Secara keseluruhan, 13 Maret 2026 adalah hari untuk berefleksi, menimba ilmu, dan fokus pada pekerjaan lapangan (tani), namun bukan waktu yang tepat untuk selebrasi ritual besar. (Kab).

kabar Lainnya