Kebijakan Humanis Bupati Badung, Bantuan Rp1 Juta untuk Disabilitas dan ODGJ Dinilai Tepat Sasaran

penyaluran bantuan sosial sebesar Rp1 juta bagi penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Badung.

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sosial. Salah satu kebijakan yang menuai apresiasi publik adalah penyaluran bantuan sosial sebesar Rp1 juta bagi penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Badung.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah humanis yang menempatkan nilai kemanusiaan dan perlindungan kelompok rentan sebagai bagian penting dari arah pembangunan daerah, tidak semata berfokus pada infrastruktur dan sektor pariwisata.

“Pemerintah Kabupaten Badung hadir untuk seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Penyandang disabilitas dan ODGJ adalah bagian dari warga Badung yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan,” tegas Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Bukan Soal Nominal, Tapi Kepedulian

Adi Arnawa menekankan bahwa bantuan Rp1 juta tersebut tidak semata dilihat dari besarannya, melainkan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab moral pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini bukan semata soal nominal, tetapi bentuk tanggung jawab pemerintah agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Kami ingin memastikan pembangunan di Badung berjalan inklusif dan menyentuh sisi kemanusiaan,” ujar mantan Sekda Badung itu.

Bantuan sosial ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar para penerima manfaat.

Program Berkelanjutan dan Terintegrasi

Pemkab Badung menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari kebijakan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. Selain bantuan finansial, pemerintah juga mendorong pendampingan, pelayanan kesehatan, serta sinergi lintas perangkat daerah agar penanganan penyandang disabilitas dan ODGJ dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Kebijakan ini juga dinilai sejalan dengan semangat pembangunan inklusif yang dicanangkan pemerintah pusat, serta mencerminkan nilai kearifan lokal Bali yang menjunjung tinggi prinsip menyama braya.

Tokoh Masyarakat Kutsel Beri Dukungan

Dukungan terhadap kebijakan tersebut datang dari tokoh masyarakat Kuta Selatan, I Nyoman Astawa, yang dikenal kritis terhadap kebijakan publik. Ia menilai terobosan Bupati Badung sangat bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan.

“Saya sangat mendukung penuh terobosan Pak Bupati karena kebijakan ini benar-benar membantu warga yang memiliki kekurangan. Bantuan ini jelas meringankan beban mereka,” ujar Astawa saat dihubungi, Senin (19/1/2026).

Meski demikian, Astawa berharap agar program tersebut dijalankan secara tepat sasaran, dengan mekanisme penyaluran yang sederhana serta regulasi yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Program ini sangat luar biasa, tapi perlu diatur dengan regulasi yang jelas agar implementasinya mudah, tepat sasaran, dan memberi rasa aman bagi pemerintah maupun masyarakat penerima,” kata Kepala Lingkungan (Kaling) Mumbul tersebut.

Ia juga mengapresiasi program bantuan untuk lansia atau Usia Harapan Hidup (UHH) yang telah berjalan dengan baik di Badung, bahkan berharap nominal bantuannya dapat ditingkatkan ke depan. (Rls-Kab).

kabar Lainnya